GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Komunitas Anggota Masyarakat Peduli (KAMP) Garut bersama Museum RAA.Adiwidjaja – Disparbud Garut, akan mengadakan kegiatan Festival Permainan Rakyat dan Pertandingan Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat.

Ketua Panitia, Irno Soekarno mengatakan, penyelenggara merupakan sebuah lembaga atau organisasi non-Pemerintah, yang peduli terhadap budaya rakyat atau budaya daerah, yang sekarang ini sudah hamper dilupakan.

“Kami bermaksud turut serta membangun dan membina budaya serta adat daerah dalam hal ini budaya sunda dengan mengadakan kegiatan festival permainan rakyat dan pertandingan olahraga tradisional tingkat Jawa Barat,” kata Irno, di sekretariat KAMP, Jl.Pembangunan, Selasa (10/11/2020).

Ia menuturkan, semula kegiatan ini bernama pertandingan olahraga tradisional (POT), yang diselenggarakan pada Juni 2011 oleh Hijriati Dewi, SSn. (UPT. Museum RAA. Adiwidjaja-Disparbud) di Bumi Perkemahan Situ Cibeureum, Samarang Garut.

“Sekarang ini sudah kebiasaan buruk dilingkungan Pemerintah, bila ganti pejabat maka ganti pula kegiatan. Dan tidak peduli apakah kegiatan tersebut bagus dan bermanfaat yang penting ganti dengan yang baru. Maka jadilah kegiatan pertandingan olahraga tradisional (POT) ini tidak berlanjut secara rutin/annual.” ucapnya.

Menurut Irno, barulah seiring dengan terbitnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan (UU No.5/ 2017) dimana terdapat Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK)-nya adalah Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional maka melalui fasilitasi kerjasama antar instansi (FKAI) Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI tahun 2019 yang diajukan Garut Creative Board bersama KAMP Garut kembali melaksanakan kegiatan yang diberi nama Festival Permainan Tradisional dan Pertandingan Olahraga Tradisional yang dilaksanakan September 2019 di Desa Wisata Ciburial, Kec. Samarang Garut untuk tingkat Jawa Barat dengan memperebutkan Piala Bergilir Gubenur Jawa Barat serta diikuti oleh Kab. Karawang, Kota Bogor, Kab. Tasikmalaya, Kab. Sumedang dan Kab. Garut sendiri sebagai Tuan Rumah. Irno menyebutkan, festival ini akan diselenggarakan pada 17-19 November 2020 ini di kawasan Perkebunan Teh Dayeuhmanggung, dan tentunya akan menerapkan protokol kesehatan, karena dipastikan pesertanya pun banyak dari luar Garut.

“Selain pesertanya dibatasi, juga panitia akan menerapkan protokol kesehatan” ujar pria yang sangat peduli dengan budaya tradisional ini.

Reporter : MD Sumarna