GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Dalam aksi raport merah Bupati Garut Rudy Gunawan ribuan masa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) Kabupaten Garut, Jawa Barat, berorasi mulai dari Kantor Bupati Garut hingga gedung DPRD Garut, Kamis (20/12/18) pagi.

Merasa kesal tidak di terima oleh DPRD Garut masa meluapkan kemarahannya dengan membakar ban dan membuang sampah di halaman gedung DPRD Garut, sembari menyanyikan yel-yel turun bupati.

Dalam aksi tersebut masa menuntut Bupati Garut Rudy Gunawan turun dari jabatannya karena dinilai gagal dalam melakukan pembangunan serta menjalankan program pemerintah saat ini.

Galih Fachrudin Qurbani Aktifis Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB)

Galih Fachrudin Qurbani aktifis senior menjelaskan bahwa aksi masa tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat kepada legislatif dan eksekutif atas program yang gagal dirasakan masyarakat, sehingga masyarakat geram akan tindakan bupati.

“Kegagalan pemerintah Rudy-Helmi ini sangat banyak dan menyebabkan kerugian negara yang besar, misalnya pembangunan gedung PKL yang tidak berfungsi, SOR Ciateul, Bumi Perkemahan, Tambak Udang Garut Selatan, Tower Telekomunikasi yang tidak berjalan, Pabrik Sepatu Cijolang, Merebaknya Pendirian Mini Market, PLTMH di Kecamatan Singajaya dan Pendeuy, serta janji pemindahan TPS Pasir Bajing yang belum di Realisasikan sampai saat ini,”Jelas Galih Kepada sejumlah wartawan.

Galih berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Tipikor Polda Jabar untuk segera turun ke Kabupaten Garut untuk menghentikan mufakat jahat yang terjadi di Kabupaten Garut saat ini.

Sampai berita ini di turunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD serta Bupati  Garut, bahkan masa mengancam akan bertahan jika tidak ada upaya baik dari pemerintah.

(Van/red)