JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Kedutan kelopak mata atau myokymia adalah kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja. Kedutan bisa terjadi di kelopak mata kanan atas dan kanan bawah. Bagi kebanyakan orang yang dilansir dari detik.com, kedutan mata kanan ini sangat ringan dan terasa seperti tarikan lembut pada kelopak mata.

Namun, ada juga yang mengalami kedutan yang cukup kuat untuk memaksa kedua kelopak mata menutup sepenuhnya. Kondisi ini berbeda dan disebut blefarospasme .

Kedutan mata kanan atas biasanya terjadi setiap beberapa detik selama satu atau dua menit. Durasi kedutan kelopak mata ini tidak dapat diprediksi.

Kedutan bahkan dapat terjadi terus-menerus selama beberapa hari. Sebaliknya, Anda mungkin tidak akan mengalami kedutan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kedutan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya, tetapi mungkin sedikit mengganggu. Kebanyakan kedutan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kedutan kelopak mata bisa menjadi tanda peringatan awal dari gangguan gerakan kronis, terutama jika kedutan tersebut disertai dengan kedutan wajah lainnya atau gerakan yang tidak terkendali.

Apa yang menyebabkan kelopak mata kedutan?

Kedutan kelopak mata dapat terjadi tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Karena jarang menjadi pertanda masalah serius, penyebabnya biasanya tidak diselidiki.

Dilansir Healthline, kedutan mata kanan atas dapat disebabkan oleh:

-iritasi mata
-ketegangan kelopak mata
-kelelahan
-kurang tidur
-efek samping pengobatan
-penggunaan alkohol, tembakau, atau kafein

Jika kedutan menjadi kronis, Anda mungkin mengalami apa yang dikenal sebagai ” blefarospasme esensial jinak”, yang merupakan sebutan untuk kedipan atau kedipan kronis dan tidak terkendali.

Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata. Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui, tetapi hal berikut dapat memperburuk kedutan:

-blepharitis, atau radang kelopak mata
-konjungtivitis, atau mata kelingking
mata kering
-iritasi lingkungan, karena angin, cahaya terang, matahari, atau polusi udara
kelelahan
-sensitivitas cahaya
-terlalu banyak alkohol atau kafein
-merokok
Kondisi blefarospasme esensial jinak lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

Kondisi itu kemungkinan akan memburuk seiring waktu, dan pada akhirnya dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Kedutan kelopak mata yang merupakan gejala gangguan otak atau saraf sangat jarang terjadi dan hampir selalu disertai dengan gejala lain.

Gangguan otak dan saraf yang dapat menyebabkan kedutan kelopak mata meliputi:

-Bell’s palsy (facial palsy), yaitu kondisi yang menyebabkan satu sisi wajah Anda terkulai ke bawah

-dystonia, yang menyebabkan kejang otot yang tidak terduga dan bagian tubuh di area yang terpelintir atau berubah bentuk
distonia serviks (tortikolis spasmodik), yang menyebabkan leher kejang secara acak dan kepala berputar ke posisi yang tidak nyaman.

-multiple sclerosis (MS), yaitu penyakit pada sistem saraf pusat yang menyebabkan masalah kognitif dan pergerakan, serta kelelahan

-Penyakit Parkinson, yang dapat menyebabkan anggota tubuh gemetar, otot kaku, masalah keseimbangan, dan kesulitan berbicara.

-Sindrom Tourette, yang ditandai dengan gerakan tak sadar dan tics verbal.

Goresan kornea yang tidak terdiagnosis juga dapat menyebabkan kedutan pada kelopak mata.

Jika Anda merasa mengalami cedera mata, segera temui dokter mata atau dokter mata Anda. Goresan kornea dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.

Selain itu, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter jika mengalami kejang kelopak mata kronis disertai salah satu gejala berikut:

-Mata Anda merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa.
-Kelopak mata atas Anda terkulai.
-Kelopak mata Anda menutup sepenuhnya setiap kali kelopak mata Anda bergerak-gerak.
-Kedutan berlanjut selama beberapa minggu.
-Kedutan mulai memengaruhi bagian lain dari wajah Anda.

Bagaimana cara mengobati kedutan mata kanan atas?

Kebanyakan kejang kelopak mata hilang tanpa pengobatan dalam beberapa hari atau minggu. Jika tidak hilang, Anda dapat mencoba menghilangkan atau mengurangi penyebabnya.

Penyebab paling umum dari kelopak mata berkedut adalah stres, kelelahan, dan kafein.

Untuk meredakan kedutan mata, Anda mungkin ingin mencoba yang berikut ini:

-Minumlah lebih sedikit kafein.
-Tidur yang cukup.
-Jaga agar permukaan mata Anda tetap terlumasi dengan air mata buatan atau obat tetes mata.
-Oleskan kompres hangat ke mata Anda saat kedutan dimulai.
-Suntikan botulinum toksin (Botox) terkadang digunakan untuk mengobati blefarospasme esensial jinak. Botox dapat meredakan kejang parah selama beberapa bulan. Namun, jika efek suntikan hilang, Anda mungkin perlu suntikan lebih lanjut.

Pembedahan untuk mengangkat beberapa otot dan saraf di kelopak mata (miektomi) juga dapat mengobati kasus blefarospasme esensial jinak yang lebih parah.

Jika Anda mengalami lebih banyak kedutan mata kanan atas saat kurang tidur, cobalah tidur 30 menit hingga satu jam lebih awal untuk membantu meredakan ketegangan pada kelopak mata dan mengurangi kejang.