Kemenag Siapkan Kurikulum Darurat Madrasah Jelang New Normal

0
107

JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Jelang New Normal Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun kurikulum darurat bilamana tahun ajaran baru madrasah mulai 13 Juli mendatang.

“Kita sudah mengeluarkan kurikulum darurat, membahas anak-anak masih dalam keadaan wabah Covid belum dicabut, maka madrasah itu menggunakan pedoman kurikulum darurat di mana pembelajaran tidak berlaku secara normal,” ujar Umar, Direktur Direktorat KSKK Madrasah Kemenag dilansir dari Liputan6.com, Rabu ( 10/6/20).

Bahkan ia menyebut, kurikulum darurat ini salah hanya berisi tentang ketidakwajiban peserta didik dan guru madrasah untuk menyelesaikan kurikulum target.

“Lalu komunikasikan pembelajarannya disesuaikan dengan kondisi, tidak boleh dipaksakan,” jelasnya.

Dalam kurikulum darurat itu, Umar menjelaskan, anak yang ditolak untuk membebani orang tua untuk pengadaan alat baru dan paket internet guna menunjang pembelajaran online. Hal ini jika memang menuntut orang tua, maka anak harus meminta.

“Yang ketiga, tanggapannya tidak umum yang normal, tetapi khusus, apakah penugasan, presentasi, paket-paket tertentu dari wali kelasnya,” terangnya.

Tujuannya agar anak-anak bisa belajar fleksibel di tengah kondisi darurat wabah. Namun begitu, Umar menerangkan, bukan berarti hal itu membuat anak-anak malas untuk belajar, dia berharap anak-anak tetap bersemangat belajar.

Sementara itu, hingga saat ini Kemenag belum mengumumkan kapan saja dimulainya tahun ajaran baru. Namun, jika disetujui, kalender akademik yang sudah ada, Umar menjelaskan tahun ajaran baru akan dimulai 13 Juli mendatang.

“Kalender pendidikan kita untuk tahun baru 13 Juli, kalender loh ya. Tapi pelajaran tahun ajaran baru itu skemanya ada tiga,” pungkas Umar.

Reporter : Mimbar