oleh

Kemenhub Bangun Fasilitas Pendukung Danau Toba Dari APBN

JAKARTA|KABARNUSANTARA.ID – Kementerian Perhubungan sedang fokus memberikan fasilitas pendukung angkutan guna pengembangan wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, investasi yang dikeluarkan hingga 2020 mencapai Rp. 644,6 miliar.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan berkolaborasi dengan Kementerian PUPR mendesain arsitektur pelabuhan-pelabuhan di Danau Toba supaya lebih menarik bagi wisatawan untuk datang.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa bosnya menginginkan bentuk arsitektur pelabuhan yang maju, modern dan yang bisa menimbulkan inspirasi bagi generasi muda dan dapat menarik minat wisatawan untuk datang.

“Jadi kita akan berkolaborasi dengan Kementerian PUPR terkait desain bangunan arsitektur Pelabuhan-Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2019).

Tak tanggung-tanggung total dukungan investasi Kementerian Perhubungan dari sektor Perhubungan Darat untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sampai dengan tahun 2020 mencapai Rp644,6 miliar.

Bahkan tambahnya dari 12 Pelabuhan Penyeberangan di KSPN Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan ada 4 yang telah dilakukan pengembangan hingga 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu, Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras.

Sedangkan, tiga pelabuhan lainnya yang mulai dibangun pada 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu, Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging, dan Balige. Adapun 1 pelabuhan yang mulai dibangun pada tahun 2018 dan telah selesai pada 2019, yaitu Pelabuhan Ajibata.

Sisa 4 pelabuhan lainnya yang akan mulai dibangun pada 2020 yaitu, Pelabuhan Silalahi, Sipinggan, Onan Runggu dan Porsea.

Jika dipukul rata total investasi untuk pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba sampai dengan tahun 2020 mencapai Rp. 469 miliar yang berasal dari APBN.

Selain membangun pelabuhan Penyeberangan, Kemenhub juga memberikan dukungan melalui pembangunan 5 kapal sampai 2020, dengan total investasi Rp. 122 miliar yang berasal dari APBN.

Kapal-kapal tersebut, yaitu 1 Kapal Motor Penyeberangan Ihan Batak dengan bobot 546 GT yang telah selesai dibangun pada 2018. Kemudian, 2 Kapal Penyeberangan masing-masing 300GT dan 200 GT yang akan selesai pada 2019 dan 2020, dan 2 Bus Air yang akan selesai pada 2020.

Subsidi bagi operasional angkutan penyeberangan pun diberikan dan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) hingga 2020 dengan total alokasi anggaran sebesar Rp. 4,7 miliar, pada rute Ambarita – Ajibata, Ajibata – Onan Runggu, Balige – Onan Runggu, Muara – Nainggolan, dan Muara – Sipinggan.

Pemberian fasilitas perlengkapan jalan, dengan total investasi Rp. 25,2 miliar pada beberapa ruas jalan, yaitu Jalan Nasional KSPN Danau Toba (Lingkar dalam Pulau Samosir), Jalan Kabanjehe-Sidikalang (KM.121), Jalan P. Siantar-Balige (KM 47-48), Jalan Nasional di Kab. Simalungun, dan Jalan Dolok Merangir-P. Siantar-Parapat (064-065-066).

Kemudian pemberian subsidi angkutan multimoda sampai 2020 sebesar Rp. 23,8 miliar dengan beberapa lintasan, yaitu lintasan Silangit-Ajibata, Silangit-Tarutung, Silangit-Dolok Sanggul, Ajibata-Pematang Siantar (Stasiun Kereta), Teluk Nibung-Ajibata, pelayanan Shuttle Bus Balige, Parapat, dan Tapanuli Utara (Huta Ginjang).

Tdak hanya dari sektor perhubungan darat, di sektor perhubungan udara, Kemenhub juga akan memperpanjang runway Bandara Sibisa yang menjadi pintu masuk Kawasan Danau Toba dari 45 meter x 1.200 meter menjadi 45 meter x 1.900 meter. Dengan begitu, dapat didarati pesawat jenis ATR-72.

Reporter : Hilman

Komentar