GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Garut menolak keras rencana pengadaan mobil mewah untuk kendaraan operasional unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut.

“Kita jelas menolak karena rencana pembelian mobil untuk empat pimpinan dewan ini sangat tidak berempati terhadap nasib rakyat di tengah pandemi covid-19, dimana justru banyak warga yang sangat membutuhkan,” kata Yudha.

Dikatakannya, kepastian rencana pengadaan empat mobil mewah itu, diperoleh dari Kabid anggaran dan Sekretaris Dewan. Adapun besaran anggaran yang disiapkan untuk pembelian 4 unit mobil hingga Rp 2 miliar. Katanya, itu lebih baik digunakan untuk program-program yang memiliki keberpihakan kepada rakyat.

Terlebih saat ini sangat banyak warga yang serba kesulitan seperti sulitnya menjalankan usaha, daya beli masyarakat menurun dan aspek lainnya.
Pembelian mobil untuk pimpinan dewan itu, dinilainya belum tepat. Sebab empat mobil yang digunakan sekarangpun pengadaananya masih terbilang baru.

” Mobil sekarang yang dipergunakan ipimpinan dewan itu, kondisinya masih sangat layak, sebab kendaraaan tersebut merupakan pengadaan Tahun 2017,” ungkapnya.

Ditambahkan Yudha, jika dilihat dari nilai penyusutan barang untuk keempat kendaraan yang kini tengah dipergunakan keempat unsur pimpinan Dewan itu, belum sampai batas akhir untuk dilakukan pergantian.

” Terus terang saya tidak mengetahui apa alasannya harus segera mengganti kendaraan di tengah Pandemi Covid 19 ini. Saya tanyakan kepada anggota badan anggaran dari fraksi kami, katanya di RKA, itu tidak ada pembahasan pengadaan mobil untuk pimpinan,”pungkasnya.

Reporter : Zay