GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Mukab Kadin Garut Ke VII tahun 2020 tinggal menghitung hari, respon masyarakat dalam pelaksanaan Mukab Kadin Garut semakin terlihat menuju hari H pelaksanaan, bahkan panitia pelaksana kembali menjadi sorotan. Pasalnya banyak orang yang berharap pelaksanaan Mukab Kadin ini terlaksana dengan semarak dan betul-betul membangkitkan gairah pelaku usaha di Kabupaten Garut dari berbagai sektor.

Ketua GABRUG Ance Asikin menyebut jika pihaknya menyarankan pelaksanaan Mukab Kadin di Kabupaten Garut ini dilakukan secara terbuka dan demokratis, tidak usah diwakilkan dalam artian diundang saja seluruh anggota Kadin, ia menyimpulkan ini setelah membaca dimedia tentang visi dan misi kedua calon Ketua Kadin Garut ini yang garis besar programnya menyatukan seluruh stakeholder dunia usaha dari pengusaha kecil sampai pengusaha besar.

“Saya rasa ini adalah momentum yang sangat tepat, sebagai langkah awal untuk menyatukan seluruh pengusaha dan mewujudkan visi dan misi kedua bakal calon, tujuan baik ini harus dapat difasilitasi dengan baik oleh kepanitiaan baik SC maupun OC, sebagai penanggung jawab pelaksanaan Mukab,”  harapnya.

Selain itu sebagai sesepuh Gabrug ia menyarankan pelaksanaan Mukab Kadin ini tidak menimbulkan kesan ekslusif, hal tersebut ia lontarkan karena mendengar informasi yang disampaikan Ketua SC Asep Lukman yang menyebut bahwa kepesertaan Mukab akan dibatasi dan yang tidak terundang dapat mewakilkan kepada yang diundang.

“Animo masyarakat dunia usaha saat ini yang ingin mendaftar Kadin Garut ini sedang bagus, jangan sampai momen ini hilang, jadi kalau kepesertaan dikembalikan kepada kemampuan OC sebagai pelaksana, harusnya OC memlih tempat yang bisa menghimpun peserta banyak, saya mendengar peserta dibatasi 100 orang saja dengan alasan panitia hanya mampu untuk 100 orang saja,” ujarnya.

“Jika berbicara kemampuan harusnya panitia mencari tempat yang strategis dan tidak mengeluarkan biaya banyak untuk kesuksesan Mukab Kadin ini, misalnya pelaksanaan di Pendopo Garut atau gedung Lasminingrat kan bisa gratis, panitia tinggal menyediakan konsumsi saja kan lebih hemat, jika peserta Mukab ada 1000 orang kali Rp. 50.000,-  panitia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 50.000.000,- saja,” jelasnya.

Ia berharap panitia bisa mempertimbangkan kembali untuk tempat pelaksanaan Mukab Kadin Ke VII Garut ini dalam rapat panitia selanjutnya dengan tujuan Kadin Garut kedepan lebih baik sesuai visi kedua bakal calon tersebut. Sekarang saatnya Kadin lebih membuka diri dan mulai mengkampanyekan Garut sebagai kota ekonomi, acara akan lebih semarak lagi kalau ada stand-stand para pelaku UKM, hitung-hitung promosi supaya semakin banyak pelaku usaha masuk menjadi anggota Kadin.

Terakhir sebagai sesepuh ia mengucapkan selamat bekarja kepada seluruh panitia, jungjung tinggi semangat demokratis agar Kadin ke depan dapat bersinergi dengan pemerintah mewujudkan Kabupaten Garut yang maju dan unggul dalam bidang ekonomi dan dunia usaha.

Reporter : Evan SR

Redaktur : Slamet Timur