JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Saat ini Calon Kapolri terpilih, Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki rencana untuk mengubah sistem tilang menjadi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan budaya penyimpangan-penyimpangan yang kerap terjadi antara petugas-pelanggar, atau biasa disebut ‘duit damai’.

Poengky Indarti, Komisioner Kompolnas mengungkapkan, sebenarnya Polri bisa memberantas budaya suap-menyuap ini dengan memberikan penghargaan atau reward kepada anggota Polri yang sudah jujur, terlebih jika kinerja anggota tersebut sangat baik, serta tidak pernah memiliki riwayat kesalahan sama sekali.

Menurutnya, anggota yang sudah jujur ​​tersebut akan tetap menjaga integritasnya. Sedangkan para anggota Polri lainnya diharapkan akan termotivasi untuk meningkatkan integritas dan menghindari praktik suap-menyuap itu.

“Cara agar adanya pungutan pembohong bisa memberikan reward kepada anggota Polri yang sudah bekerja dengan jujur, agar tetap jujur ​​dan semakin baik kinerjanya,” kata Poengky dilansir dari merdeka.com, Kamis (21/1).

Selain memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang kinerjanya baik, menurut Poengky, Polri perlu memberikan sanksi kepada anggota yang terbukti melakukan pungli itu.

Menurutnya, untuk dapat melihat satu anggota Polri yang melakukan itu, maka Polri dapat meningkatkan fungsi pengawasan. Dengan begitu, akan lebih mudah dalam memberikan undang-undang / undang.

“Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi praktik suap-menyuap yaitu dengan melakukan pengawasan yang baik terhadap setiap anggota serta melakukan hukuman,” kata Poengky.

Oleh sebab itu, dia menilai bahwa Partisipasi masyarakat dan media dalam kerumunan Polri sangatlah penting. Baik itu pengawasan terhadap institusinya maupun pengawasan setiap anggota Polri itu sendiri.

“Peran media dan masyarakat untuk meningkatkan perhatian Polri juga penting,” ujarnya.

Intinya, kata Poengky, jika Komjen Sigit akan betul-betul sistem tilang secara langsung dan ke sistem ETLE, Poengky menyatakan bahwa Kompolnas akan mendukung hal itu.

“Kami mendukung perubahan Polri menjadi lebih humanis karena keluhan masyarakat terkait oknum polantas yang nakal masih ada, langsung main tilang dengan tujuan pungli. Padahal polisi diharapkan mengedepankan kamtibmas,” kata Poengky.