GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melayangkan surat permohonan kepada PT KAI agar menunda sementara kegiatan pembongkaran bangunan di sepanjang bantaran rel kereta api. Permohonan diajukan karena ada puluhan TPS di bantaran rel kereta yang ikut terdampak reaktivasi.

Menurut pihak KPU Kabupaten Garut, jumlah TPS yang terdampak reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut sebanyak 24 TPS. Ke-24 TPS itu kebanyakan berada di wilayah Garut Kota.

“Ke- 24 TPS yang terdampak reaktivasi jalur kereta api jumlah pemilihnya ribuan orang. Oleh karena itu KPU secara resmi telah melayangkan surat permohonan kepada KAI untuk menunda sementara pembongkaran bangunan di bantaran rel tersebut demi kelancaran Pemilu 2019,” kata Ketua KPU Kabupaten Garut, Junaidin Basri, kepada wartawan, Rabu (3/4/2019) kemarin.

Baca juga :

PT. KAI akan Operasikan Kereta Api Cibatu – Wanaraja Bulan September Ini

Membandel Kios yang Berada di Trotoar Kerkof Kena Bongkar Satpol PP

Junaidin menambahkan, berdasarkan pendataan, TPS-TPS yang terdampak reaktivasi itu di antaranya di Kelurahan Ciwalen yakni TPS 1, 3, 24, Kelurahan Pakuwon TPS 4, 7, 8, 9, 16, 17, dan Kelurahan Kota Wetan TPS 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 46.

“Alhamdulillah pihak KAI sudah menyetujui permohonan dari KPU Garut,” jelasnya.

Menurut Junaidin, pemindahan mendadak sebelum Pemilu tanggal 17 April mendatang, pihaknya khawatir masyarakat pemilih bingung sehingga tidak datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.

Reporter : RM
Editor : Mustika