GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Universitas Garut (UNIGA) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai tahun ini memberlakukan aturan yang memperbolehkan mahasiswa S1 yang baru masuk semester 7 bisa langsung menempuh S2 secara bersamaan.

” Yang menarik tahun ini, UNGA memperkenalkan program akselerasi perkuliahan. Kalau dulu mahasiswa itu harus menyelesaikan S1 dulu, baru menempuh S2. Nah sekarang mahasiswa semester 7 bisa langsung ngambil semester satu di pasca. Nah ketika dia semester 8 diwisuda, bisa langsung meneruskan semester 3 di pasca. Sehingga dalam waktu 5 tahun, diharapkan sudah lulus S2,” tutur Rektor Uniga, Dr., Ir, H. Abdusy Syakur Amin, M Eng, usai Sidang Terbuka Senat Uniga dalam rangka PKKMB di Kampus Uniga Jl. Raya Samarang -Hampor, Garut, Kamis (19/09/2019).

Tahun akademik 2019/2020 ini Uniga menerima mahasiswa baru sebanyak 1962 orang yang terbagi di 8 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana. MĂ hasiswa baru tetsebut akan mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) selama tiga hari.

Selama tiga hari itu, mahasiswa diberikan pembekalan untuk memaksimalkan diri ketika belajar di Universitas Garut kedepan. Sidang Terbuka Senat Itu dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, staf ahli Bupati Garut H. Mahmud, Dandim 0611 Garut, beserta para tamu undangan lainnya.

“Ini untuk mengenalkan kampus ke mahasiswa baru, karena ada suatu perubahan strategis bagi mereka dari status pelajar menjadi mahasiswa, ini harus kita kenalkan supaya tidak terjadi keterkejutan budaya (cultur shock) dan kita mulai dari mereka diwajibkan untuk ikut bela negara, hal itu untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pada diri sendiri,” kata Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.

Pihaknya berharap, mahasiswa UNIGA bisa menerapkan konsep pribadi yang mandiri, disiplin, kerjakeras, sungguh-sungguh, pantang menyerah, tidak gampang mengeluh. Untuk mewujudkan itu, Syakur mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Batalyon 303/SSM Cibuluh.

Terpisah, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Dengan begitu, pihaknya menekankan agar para mahasiswa bisa ikut serta dalam menjaga NKRI.

“Calon-calon generasi muda ini (mahasiswa baru Uniga, red) harus dari awal kita berikan masukan mengenai tugas dan tanggung jawabnya, karena ini menjadi bibit-bibit sebagai penerus bangsa. Apalagi fenomena tantangan kedepan lebih kompleks, seperti pornografi, terorisme harus sedini mungkin dilakukan pencegahan mulai dari sekolah maupun kampus,” katanya.

Di UNIGA, untuk tahun ini, selain banyak mahasiswa dari luar Pulau Jawa, juga ada 4 orang mahasiswa asal Tailand yang kuliah di jurusan Wira Usaha. (*).

Reporter : Jay
Redaktur : Slamet Timur