KABARNUSANTARA.ID – Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi campursari legendaris Indonesia, Didi Kempot menghembuskan napas terakhir, Selasa (5/5/2020) di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

Siapa sangka, Penyanyi bernama lengkap Dionisius Prasetya ini meninggalkan sebuah karya baru di musim pandemi Covid-19 berjudul “Ojo Mudik”.

Tak sendiri, ia pun mengajak wali kota Solo F.X Hadi Rudyatmo untuk terlibat dalam lagu ini.

Lagu “Ojo Mudik” ijin sendiri pertama rilis pada tanggal 28 April 2020. Lagu ini mengajak masyarakat untuk tidak pulang kampung atau mudik dan menjaga kesehatan, jarak dan lainnya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19.

Wali kota Solo F.X Hadi Rudyatmo sendiri mengaku mau terlibat dalam pembuatan lagu ini karena liriknya yang sederhana dan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar tetap patuh kepada aturan pemerintah agar virus Covid-19 bisa berkurang.

“Sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus covid-19 dari luar daerah khususnya Solo. Agar Indonesia juga bisa cepat pulih kembali,” katanya.

Dalam lagu “Ojo Mudik” adik kandung pelawak Mamiek Prakoso ini tak serta merta melarang masyarakat untuk mudik. Ia juga mengajak para Sobat Ambyar untuk melawan virus corona yang sedang menyerang Indonesia.

“Virus corona Neng ngopo kowe njedhul. Ojo cedhak-cedhak. Awas ojo podho ngumpul.” (Virus corona kenapa kamu muncul. Jangan dekat-dekat, awas jangan pada kumpul)

Imbauan ini juga mendukung gerakan social distancing dan physical distancing agar virus corona tidak cepat meluas.

Ia pun tak lupa mengajak masyarakat untuk tetap hidup sehat dengan mencuci tangan.

Salah satu liriknya berbunyi, “Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Maju bareng ngelawan corona ben klenger (Maju bersama melawan corona supaya mati).”

Lirik tersebut diulang-ulang sehingga pendengar akan terus mengingat melalui lagu ‘Ojo Mudik’.

Lagu tersebut terbukti sukses mencuri perhatian warganet. Sejak dirilis 28 April lalu, video klip lagu tersebut sudah ditonton kurang lebih 674 ribu kali dan disukai 17 ribu pengguna. (*)

Penulis : Ade Indra