GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Pementasan Drama berjudul “Comblang” yang menjadi garapan Komunitas Budaya Posstheatron di Padepokan Sobarnas Jl. Cipanas Langen Sari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Garut Fraksi Gerindra Enan, apresiasi tersebut ia berikan setelah melihat langsung pagelaran, acara yang menarik serta mengandung pesan moral yang tinggi.

Dilokasi Nita Puspita Dewi Pimpinan Produksi saat ditemui wartawan menyampaikan terimakasih kepada Anggota DPRD Garut dari Fraksi Gerindra yang telah mensuport komunitasnya, dalam pertunjukan comblang yang sengaja dikemas dengan bentuk sosialisasi, mengenai dampak dan resiko pernikahan dini bagi perempuan yang sangat kuat. Terbaru data dari BPS, saat ini Jabar ada dalam posisi ke 2 di Indonesia, setelah Kalimantan.

“Hari ini kami disuport dari DPRD, ini kami rencanakan untuk disosialisasikan di 42 Kecamatan, dengan konsep pertunjukan longser teater tradisional dengan naskah yang sama, tanggal 2 November nanti kita akan keliling di tiga kota, salah satunya kalimantan dan Jawa Timur, sedangkan untuk bulan april depan kita akan berangkat ke ukraina di festival gogol, naskahnya ini karya Nikolai Gogol,”jelas Nita.

Nita Puspita Dewi Pimpinan Produksi pementasan (Dok : Evan SR)

Tak hanya itu Nita menambahkan komunitasnya ini sudah berdiri sejak tahun 2001, bahkan dalam penentuan pemeran ia memilih pemeran cerita ini semuanya merupakan putra Garut, mulai anak SMA hingga Kuliah. ” Semua pemeran anak garut, sekali pagelaran kami menghabiskan anggaran sekitar Rp. 50-60 jt untuk produksi,”ungkapnya.

Sedangkan Ketua DPC Gerindra Garut Enan merespon positif dilaksanakannya pementasan Karya Nikolai Gogol yang berjudul Comblang, pasalnya menurut Enan pentasan tersebut berisi mengenai bahayanya pernikahan dini, terlebih Kabupaten Garut menjadi daerah yang besar dalam anggka pernikahan dini di Jawa Barat, sehingga perlu disosialisasikan dengan program yang sama di seluruh Kabupaten Garut, agar pesan moral yang disampaikan bisa diterima olah masyarakat luas.

“Ini kan semacam kampanye secara tidak langsung, jika programnya dibuat dengan konsep gelar budaya, akan sangat mengena, beda dengan cara sosialisasi yang biasa, misalnya secara lisan atau penyuluhan mengenai pelarangan pernikahan dini, pagelaran ini kita saksikan tadi sangat bagus, apalagi pesan moralnya sangat kental, dari pementasan ini kita bisa mendapat makna banyak, terutama dalam hal memaknai kehidupan, salahsatunya pernikahan anak dibawah umur,” ujar Enan kepada wartawan Sabtu (23/08/20) malam.

Bahkan Ketua Partai Besutan Prabowo Subianto juga menambahkan bahwa, acara ini harus mendapat dukungan dari pihak pemerintah, sebagai upaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Garut yang masih sangat tinggi.

“Alhamdulilah tadi pak Bupati hadir untuk membuka acara, walaupun tidak lama karena ada rapat, harusnya ini juga disaksikan oleh SKPD sampai tuntas, agar bisa tersosialisasi di sekolah, pernikahan dini ini harus dihindari, karena faktanya ada sebagian dari mereka yang menikah seolah dipaksa,” pungkas Enan.

Usai Ketua DPC Gerindra H. Ade Rizal yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Gerindra menambahkan bahwa kegiatan ini harus mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Garut, pasalnya kegiatan ini menjadi hiburan rakyat yang mendidik dan menarik, serta perlu di suport.

“Kami di komisi 4 memberi apresiasi dengan adanya kegiatan ini, harus di suport dari segi materi atau fasilitas, ini aset Kab Garut, mereka juga dalam waktu dekat akan ke mancanegara, bahkan sudah mengajukan proposal ke luar, namun belum ada dukungan penuh dari pemerintahnya itu sendiri, Disparbud, Disdik, P2KP, harus kompak membantu anak-anak muda garut ini ” jelas Ade.

Reporter : Evan SR
Editor : Slamet Timur