Masyarakat Kebal Virus Covid-19

0
123

Oleh : Muhammad Izzuddin

KABARNUSANTARA.ID – Apakah hari ini kalian sudah mematuhi peraturan untuk tidak keluar rumah? Bagaimana dengan mereka yang diharuskan keluar rumah untuk mencari nafkah?

Sama halnya seperti mereka yang tidak keluar rumah, para pencari nafkah pun sangat ingin melindungi dirinya dari virus Covid-19 yang sedang mewabah ini.

Pemerintah dan Instansi negara telah menghimbau untuk tidak keluar rumah demi mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Tapi apa? Masih banyak yang keluar rumah dengan alasan-alasan sepele. Berdasarkan data, total kenaikan kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 300 kasus perharinya.

Kasus ini tidak akan terselesaikan jika masyarakat masih ada yang mementingkan ego sendiri dengan keluar rumah untuk hal yang tidak penting.

Pemerintah telah memberi himbauan, sesuai rekomendasi dari WHO untuk selalu memakai masker jika keluar rumah dan tidak lebih dari 4 jam, kemudian mencuci tangan dengan sabun.

Ini upaya untuk mencegah penularan, karena kita tidak tahu siapa saja yang terjangkit dan apa saja yang berpotensi menularkan.

Untuk apa pemerintah memberikan himbauan jika masih banyak masyarakat yang tidak dapat bekerjasama dalam melawan Covid-19 ini.

Bukankah akhirnya akan sia-sia? Saya tidak mengerti dengan jalan pikiran masyarakat yang menganggap bahwa ini bukan masalah yang serius.

Mungkin mereka merasa diri mereka hebat dan kebal terhadap virus.

Kita ambil contoh, ada seseorang yang ingin keluar rumah hanya sekedar untuk menghilangkan rasa bosan.

Kemudian secara tidak sengaja ia berpapasan dan tersenggol dengan orang yang sedang terjangkit namun belum teridentifikasi, secara otomatis ketika ia kembali ke rumah, ia akan membawa virus yang kemudian akan ia tularkan kepada keluarganya di rumah.

Apa ia masih bisa berlagak sombong layaknya orang yang tidak akan terpapar virus? Tidak. Hanya penyesalan yang akan didapat orang tersebut.

Dari contoh yang saya paparkan tadi, sudah terbukti bahwa ini adalah masalah yang serius.

Bagaimana tidak?, hanya dengan “tersenggol” virus ini dalam sekejap dapat berpindah dan menularkan orang disekitarnya.

Maka dari itu, himbauan dari pemerintah untuk tidak keluar rumah jangan hanya dianggap lelucon semata.

Perlunya edukasi terhadap diri sendiri mengenai himbauan yang memang harus diikuti, termasuk terhadap pemerintah, instansi negara dan masyarakat luas.

Mari kita bekerjasama dalam melawan virus ini, jangan hanya mementingkan ego semata dan ikuti himbauan yang telah ada.

Karena hanya dengan cara inilah Indonesia dapat terbebas dari wabah Covid-19.

Alih-alih lockdown yang kita harapkan, jika kita saja tidak patuh oleh himbauan yang telah dibuat, maka pemerintah pun akan bingung dalam mengambil langkah selanjutnya tanpa kerjasama dari kita sebagai masyarakatnya.

Hargai para tim medis yang turun tangan secara langsung dalam menangani kasus ini, cukup jaga kesehatan, selalu mencuci tangan, keluar hanya jika perlu dengan menggunakan masker, dan diam dirumah saja sudah sangat membantu dalam membasmi virus Covid-19. (*)