GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Puing-puing bongkaran sejumlah bangunan di bantaran rel kereta api di wilayah Garut Kota, Kabupaten Garut, menjadi tempat mengais rezeki bagi puluhan pemulung. Dari hasil pembongkaran tersebut, beragam benda yang bagi sebagian besar orang tak berguna, bagi pemulung justru menjadi rezeki nomplok.

Salah satu tempat yang kini diserbu puluhan pemulung adalah bantaran rel di Jalan Veteran. Para pemulung umumnya datang untuk mencari besi dan kayu yang masih bagus.

Bangsa Indonesia Berkabung, Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia

“Lumayan hasilnya buat jajan anak sekolah,” kata Suwandi (38), pemulung yang tinggal di Sanding, Garut Kota, sambil mengangkat puing besi ke gerobaknya.

Menurutnya, besi-besi itu laku dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, tak peduli kondisinya sudah bengkok atau karatan.

“Ini besi biar udah bengkok dan karatan masih berharga goceng per kilo, Mas” ucap dia.

Selain dia ada puluhan pemulung di lokasi itu. Mereka datang sejak pukul 08.00 pagi untuk mengambil sejumlah benda yang laku dijual ke pengepul rongsokan. Di antara mereka umumnya membawa alat pemotong dan pemukul seperti gergaji dan palu. Selain itu membawa juga alat pengangkut gerobak dan bahkan mobil bak terbuka.

“Ini nanti mau saya jual ke pengepul di Tarogong. Lumayan jauh emang jaraknya dari sini. Tapi namanya rejeki harus terus kita uber lah, tapi ada juga bandar di sini cuman harganya murah banget” sambungnya.

Andri (28), pemulung lain mengatakan, bongkaran bangunan di bantaran rel kereta api, menjadi rezeki nomplok bagi pemulung.

“Bukan lumayan lagi ini mah, bisa jadi rejeki nomplok,” kata pemulung yang mengaku tinggal di wilayah Garut Kota itu.

Menurut Andri, bukan hanya besi, tapi paku-paku bekas juga laku dijual. Harganya sekitar Rp 1.500 per kilogram.

Dicurigai Teroris, Tim Gabungan Tangkap Lima Warga Ciamis di Malangbong

Percayakah Anda jika dari reruntuhan bangunan tersebut ada pemulung Garut Kota yang berhasil meraup pendapatan Rp 5 juta?

“Ada Pa. Dia teman saya, dia mendapatkan banyak besi. Alhamdulillah, dia bisa Lebaran,’ kata Asep, pemulung warga Babakan Abid,.

Reporter: MD Sumarna
Editor : Mustika