MALUT, KABARNUSANTARA.ID – Muhajir Abubakar Ketua DPC Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN) Halmahera Selatan, Maluku Utara menyebut bahwa pihaknya menemukan berbagai pelaggaran dalam tambang kusubibi dengan penggunaan merkuri tanpa izin.

“Dari beberapa data observasi anggota, kami menemukan beberapa pelanggaran di tambang kusubibi satu hal yang paling fundamental adalah penggunaan merkuri secara bebas tanpa izin, Polsek sebagai lembaga yang berwenang pun harus memperhatikan hal ini karena menyangkut dengan barang terlarang juga di jelaskan dalam peraturan presiden nomor 21 tahun 2019 tetang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri dan juga di jelaskan peraturan lingkungan hidup Nomor 70. 2019 dan masi banyak lagi, hal ini harus di perhatikan oleh Polsek wilayah Bacan Barat dan Pemda Halmahera selatan,” ungkap Muhajir Ketua GERCIN Halsel Kepada Media baru-baru ini.

Selain itu pemuda asal desa Nondang kecamatan becan barat ini juga menambahkan bahwa pemerintah desa harus kreatif menciptakan lapangan kerja yang legal agar masyarakat tidak menggantungkan hidupnya pada pertambangan.

“Ingat jangan membuat masyarakat menggantungkan hidupnya pada kegiatan yang jaminannya tidak bertahan lama dan merusak lingkungan, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan kegiatan turun lapangan dan memeriksa penggunaan merkuri oleh pengolahan material yang menggunakan rendaman (Tong) dan tromol yang duga di miliki beberapa pemerintah desa,” tegas orang yang akrab disapa Aji itu.

Bahkan Aji mengklaim bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut demi kepentingan masa depan Bacan Barat dan Halmahera Selatan di sektor lingkungan hidup agar tak di rusaki oleh beberapa cukong yang menguntungkan diri sendiri.

“Kepala Desa Kusubibi dan beberapa kepala desa yang terlibat juga terkesan membiarkan dan turut melegitimasi kerusakan lingkungan dengan membiarkan penggunaan merkuri ini, tanpa ada kontrol dari pemerintah desa terkait, tim kami juga menemukan beberapa kepala desa yang memiliki tromol yang menggunakan merkuri dan memiliki lubang galian tambang, kami berkomitmen akan terus menyelidiki kades desa apa yang punya tromol,” pungkas Aji.