Mulai 7 Juli Peserta Ujian Masuk Universitas di Jawa Barat akan Dites Covid-19

0
154

BANDUNG, KABARNUSNATARA.ID – Hanya satu persen dari total 90 ribu orang panitia dan peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan menjalani tes Covid-19 metoda rapid test, rencana itu akan digelar selama tiga hari selama masa ujian berlangsung.

Misalnya di wilayah Jawa Barat ada tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) yang melaksanakan UTBK-SBMPTN, di antaranya ITB, Unpad, IPB, UPI, ISBI, Unsika dan Unsil, pelaksanaan rapid test ini, ujar Dedi, akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Selasa (7/7/20) hingga Jumat (10/7/20).

Ia menyebut di hari pertama pihaknya fokus menerapkan protokol kesehatan mengenai kapasitas ruangan dan penjagaan jarak, koordinator Sub Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GTPP) Jabar, Dedi Mulyadi menjelaskan total rapid yang menyasar sebanyak satu persen dari total panitia dan peserta tidak terlepas anjuran World Health Organization (WHO).

“Ya ketentuan rapid test dilakukan terhadap 1 persennya, maka akan ada rapid test terhadap 900 orang yang terlibat,” ujar Dedi saat dihubungi wartawan (5/7/20).

Jumlah ini bisa berbeda di tiap tempat ujian masuk, sekema pelaksanaannya pun dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan ujian masuk, ia mencontohkan, pelaksanaan tes ITB di beberapat titik terdapat 16 ribu peserta dan panitia, rapid tes akan dilaksanakan kepada 160 orang.

Selain rapid tes, pihaknya menyiapkan 100 alat PCR untuk metoda tes Swab di setiap titik pelaksanaan ujian masuk, pola pengetesannya dilakukan secara acak saat ada yang reaktif dalam rapid tes.

Sementara Juru Bicara GTPP Jabar Daud Achmad mengatakan mengatakan, jika ada peserta yang reaktif rapid tes, diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama kurang lebih dua pekan.

Mereka akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian gelombang kedua yang dilaksanakan pada 20- 29 Juli.

Saat dikonfirmasi terpisah Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Setda Provinsi Jabar, Dewi Sartika, mengatakan, pelaksanaan UTBK di setiap perguruan tinggi tersebar di beberapa lokasi, misalnya ITB, menggelar UTBK di kampus ITB, SMA Negeri 1, 2, 3, 4, dan 5 Kota Bandung.

Sementara, UTBK Unpad hanya berlangsung di kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, lokasi pelaksanaan UTBK IPB tersebar di beberapa tempat, selain kampus IPB sendiri, UTBK digelar di 16 SMA/SMK kabupaten/kota Bogor, demikian dengan UPI dan ISBI.

Sedangkan UTBK Unsil dan Unsika berlangsung di kampus masing-masing, pemerintah Provinsi Jabar sudah menyampaikan berbagai rekomendasi kepada pihak universitas agar melakukan pembatasan peserta ujian langsung hanya untuk yang berdomisili warga Jabar, tujuannya menghindari kasus impor dari daerah lain.

Selain itu, pihak kampus diminta menyiapkan sarana prasarana yang bisa memudahkan evakuasi, di antaranya menyediakan pelayanan kesehatan, sampai menyiapkan ruang kesehatan dan ambulans.

“Yang terpenting dan harus dipastikan adalah mereka membuat surat pernyataan untuk bertanggung jawab selama kegiatan UTBK termasuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota tempat pelaksanaan kegiatan. Bagaimana mereka menyiapkan keamanan di sekitar lokasi pelaksanaan UTBK, dan protokol teknis kesehatan UTBK,” tukasnya.

Fauzen AF

Editor : AMK