Naik Pesawat hingga Kapal Cepat Menuju Ibu Kota Baru

0
102

JAKARTA|KABARNUSANTARA.ID – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim) menuai sorotan banyak pihak. Hal tersebut diambil lantaran beban Jakarta sudah semakin berat menjadi pusat bisnis dan ibu kota Indonesia. Langkah orang nomor satu RI memindahkan ibu kota ke sebagian Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara sudah melewati sejumlah kajian.

Kepindahan ibu kota ke Kaltim diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi pada 26 Agustus 2019 lalu. Kaltim dianggap Jokowi menjadi lokasi ibu kota negara baru yang paling ideal.

“Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanaegara Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi di Istana Negara.

Untuk menuju lokasi ibu kota baru bisa diakses melalui Balikpapan. Dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan darat dan dilanjutkan dengan jalur laut. Singkatnya, perjalanan darat dilakukan dari bandara menuju Pelabuhan Semayang kemudian dilanjutkan menggunakan kapal cepat atau feri dan disambung lagi dengan perjalanan darat.

Perjalanan dari bandara menuju pelabuhan berlangsung mulus dengan kondisi jalan aspal. Jalan di Kota Balikpapan juga terdiri dari beberapa ruas dengan kondisi ramai lancar di siang hari pekan lalu. Sepanjang jalan utama menuju pelabuhan tampak ruko hingga kawasan perkantoran berjejer mengisi ruang.

Mobil yang ditumpangi pun melesat dan hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk tiba di Pelabuhan Semayang di Jalan Yos Sudarso. Setibanya di pelabuhan, perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat dengan waktu tempuh 15 menit atau kapal feri sekitar satu jam untuk membelah Teluk Balikpapan.

Setibanya di Penajam Paser Utara (PPU), perjalanan masih harus dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kantor Bupati PPU melewati jalan provinsi. Kondisi jalan tidak jauh berbeda dengan Balikpapan. Jalan mulus yang masih lengang ini mengantarkan langsung ke Kantor Bupati PPU.

Lokasi gedung pemerintahan di calon ibu kota baru ini berada dalam satu kompleks. Kantor Bupati berdiri sejajar dengan Gedung DPRD dan kantor dinas terkait. Sepanjang jalan menuju pusat pemerintahan PPU juga tampak perumahan hingga perkebunan.

Namun, jika berdasarkan Gubernur Kaltim Isran Noor lokasi ini bukan titik utama ibu kota baru. Kompleks pemerintahan PPU terletak di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Sedangkan katanya lokasi ibu kota baru di PPU terletak di Sepaku, sebuah kecamatan lain di ujung kabupaten.

Jika ingin melanjutkan ke titik perkiraan ibu kota baru tersebut, maka perjalanan belum usai. Masih dibutuhkan waktu 2-3 jam mencapai kecamatan yang berbatasan langsung dengan Samboja di Kutai Kartanegara. Perjalanan bahkan terasa lebih panjang karena infrastruktur jalan yang masih buruk.

Dari Kecamatan Penajam menuju Sepaku, perjalanan dilakukan melewati Jalan Penajam-Kuaro dan berbelok ke Jalan Silkar. Sepanjang Jalan Silkar ini yang kondisi jalannya masih kurang baik karena berbatu dan banyak jalan berlubang. Dalam perjalanan sepanjang 72 kilometer (km), separuhnya meupakan jalan berlubang yang membuat waktu tempuh semakin panjang.

Perjalanan ke titik ibu kota baru di Sepaku, PPU dari Balikpapan juga bisa diakses melalui jalur darat. Perkiraan waktu tempuhnya sekitar 2 jam 30 menit sepanjang 85 km. Kondisi jalan menuju ibu kota baru di Sepaku dari Balikpapan relatif lebih baik dibandingkan melalui PPU.

Profil Kabupaten PPU:
Bupati: Abdul Gafur Mas’ud
Wakil Bupati: Hamdam
Luas wilayah: 3.333 km persegi
Ekonomi: pertambangan 30,56%, pertanian, kehutanan, dan pertanian 20,75%, industri pengolahan 17,08%, dan sektor jasa perusahaan 0,02%
Jumlah penduduk: 157.711 (2017)
Infrastruktur: jalan 1.286 km
Transportasi: bus, mobil penumpang umum, mobil barang, speed boat, ojek online.
Sumber : Detiknews.com