GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Asep adalah nama khas suku Sunda untuk laki-laki. Diperkirakan pria yang punya nama Asep di Kabupaten Garut saja ada sekitar 60 ribuan orang.

Namun kata Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani, nama khas orang Sunda itu bisa punah jika tidak dilestarikan.

Baca juga:

NU Buka Perguruan Tinggi di Garut

“Yang saya dengar warga Garut yang punya nama Asep itu ada sekitar 60 ribuan. Namun jika tidak dilestarikan, tentu akan punah. Orangtua dulu memberikan nama panggilan kasih sayang untuk laki-laki itu Asep kalau tidak Ujang, kalau perempuan Nyai. Kita bangga dengan nama Asep yang diberikan oleh orangtua kita,” tutur Asep kepada wartawan, Minggu (23/6/2019) di sela-sela acara Halal Bihalal Paguyuban Asep Dunia (PAD) di Pendopo Garut.

Nama-nama Asep yang datang ke acara Asep Dunia itu tidak hanya berasal dari Garut atau Jawa Barat saja, tapi dari luar Jawa Barat. Di antaranya dari Aceh, Kalimantan, Batam dan daerah lainnya.

Salah satu tujuan dari HBH Paguyuban Asep Dunia (PAD) di antaranya untuk melestarikan nama Asep.

“Kita berharap orang Sunda, khususnya yang tergabung dalam PAD, agar memberikan nama Asep kepada anak atau cucunya,” ujar Asep.

Baca juga:

PT KAI akan Buka Kereta Garut-Jakarta

Lanjut Asep Jaelani, latar belakang anggota Paguyuban Asep Dunia, dari yang biasa-biasa sampai yang luar biasa, ada yang pengusaha, pelukis, ASN, dan lainnya.

“Justru itulah hikmahnya ada paguyuban, bisa mengenal potensi-potensi nama Asep. Teman yang sudah maju membantu yang membutuhkan untuk dibantu,” ujarnya.

Reporter : Jay
Editor : Mustika