JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID –  Olah TKP terkait kebakaran hebat yang melanda Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tengah dilakukan oleh tim Puslabfor Polri hingga Bareskrim. Pengecekan dilakukan mulai dari konstruksi bangunan hingga instalasi listrik di Gedung Kejaksaan Agung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan, tim olah TKP ini dibagi menjadi dua tim.

“Ada dua bagian yang kita lakukan, kita bagi jadi dua tim, ” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/20).

Yusri menjelaskan, tim pertama ditugaskan untuk menganalisis konstruksi bangunan bekas yang terbakar. Sementara penyebab kebakaran di gedung tersebut dianalisis oleh tim lainnya.

“Sekarang tim pertama masih bekerja untuk mengecek konstruksi bangunan, hasil kebakarannya ini seperti apa, itu pertama, kemudian nanti berlanjut tim kedua yang akan bergerak untuk mengecek gimana instalasi listrik dan mencari sumber api pertama,” ujar Yusri.

Selanjutnya Yusri menyebut pihak kepolisian telah mendirikan posko di dekat TKP. Nantinya posko akan digunakan untuk konsolidasi dengan pihak Kejaksaan Agung.

“Tim sudah bentuk satu posko yang juga ada dekat gedung Kejagung, dekat TKP, ini sebagai tempat kita konsolidasi. Tim masih bergerak mudah-mudahan ada hasilnya secepatnya kita sampaikan ke publik,” tambahnya.

Seperti diketahui, Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. Kebakaran baru bisa dipadamkan setelah 11 jam pada Minggu (23/8).

Adapun, gedung yang terbakar merupakan gedung pembinaan. Kejagung memastikan berkas-berkas perkara aman.

Sebelumnya, Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyebut penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan Polri. Hari berharap masyarakat tidak berspekulasi soal penyebab kebakaran.

“Penyebab kebakaran ini sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan Polri,” ucap Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/20).

Hari meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan Polri. Selain itu, dia juga meminta agar tidak adanya spekulasi dan asumsi terkait kejadian ini.

“Oleh karena itu teman-teman mohon bersabar dan kami mohon tidak membuat spekulasi, atau pun asumsi yang tidak dapat dipertanggunjawabkan,” ujar Hari.