TASIKMALAYA|KABARNUSANTARA.ID – Sejumlah orang tua siswa SDN Sukasenang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mempertanyakan uang Kencleng yang dibebankan kepada siswa setiap hari senin dan jum’at. Pasalnya, keputusan adanya uang kencleng tersebut tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa.

Salah satu orang tua siswa berinisial (P) menuturkan, anaknya yang duduk di kelas 1 SDN Sukasenang selalu meminta uang tambahan kencleng setiap hari senin dan jum’at. Meskipun besaranya tidak ditentukan, namun ia mempertanyakan peruntukan uang kencleng tersebut.

“Sebelumnya tidak ada musyawarah dengan orang tua siswa, peruntukkannya tidak jelas. Bukan masalah nominalnya kan tetap harus jelas, ” papar( I ) kepada wartawan, Selasa (6/8/19).

Bahkan, uang kencleng yang dikumpulkan di wali kelas masing-masing itu pun disebut memaksa dan wajib. Siswa yang tidak menyetorkan uang kas hari senin harus membayar double pada hari jum’at.

“Misalkan senin tidak bayar, jumatnya itu harus double. Itu kan memberatkan siswa dan orang tua meskipun nilainya sedikit, ” papar I.

Keluhan yang sama dikatakan, orang tua siswa berisinial (J) yang anaknya duduk dibangku kelas 3 SDN Sukasenang, penarikan uang kas itu sudah berlangsung sejak anaknya duduk di kelas 1 SDN Sukasenang.

“Dari dulu waktu anak saya kelas 1. Jadi terpaksa harus menyisihkan dari uang jajan anak. Mau komplen juga takutnya anak saya dikucilkan nanti di sekolah, ” papar (J).

Diambahkan J, ia tidak keberatan jika uang kencleng itu dipergunakan untuk kepentingan anak atau siswa. Misalkan untuk pembelian peralatan makan di sekolah uuntuk mengurangi penggunaan sampah plastik maupun untuk kepentingan siswa lainnya.

“Kalau kabar mah katanya untuk pembangunan Gedung PGRI. Tapi kenapa itu dibebankan kepada siswa,” pungkasnya.

Rsporter : Ucue