Pandemi Covid-19 Belum Usai, Warga Kongo Diserang Virus Ebola

0
155

DUNIA, KABARNUSANTARA.ID – Virus Covid-19 di dunia masih belum bisa terkendali. Warga Republik Demokratik Kongo harus menelan pil pahit. Hal ini karena negara tersebut harus juga sibuk melawan virus Ebola.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah baru tersebut terdeteksi di Wangata, Mbandaka, dan sudah terdeteksi ada 6 kasus.

Empat pasien di antaranya meninggal dunia, dengan dua pasien masih dalam perawatan intensif.

“Ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukan satu-satnya ancaman kesehatan yang dihadapi orang,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pernyataan resmi, Senin (1/6/2020).

“Meski perhatian kita banyak tertuju pada pandemi (virus corona), WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya.” tambahnya.

Kemunculan Ebola di Mbandaka masih jadi misteri, belum jelas asal-usulnya. Terlebih sejak adanya pandemi covid-19, negara terbesar di Afrika sub-Sahara ini telah memberlakukan larangan bepergian untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara kurang dari dua bulan lalu, Kongo berencana mendeklarasikan berakhirnya epidemi Ebola di negaranya yang telah berlangsung hampir dua tahun dan menewaskan lebih dari 2.275 jiwa pada Mei 2020 lalu.

Namun kehadiran kasus baru membuat wabah belum bisa dinyatakan berakhir.

Ini bukan pertama kalinya kasus Ebola muncul di Mbandaka. Pada Mei 2018 silam, ada 54 kasus yang tercatat dengan korban jiwa mencapai 33 pasien di kota tersebut.

WHO pernah mengirim lebih dari 7.500 dosis vaksin Ebola di Kongo, dan wabah di Mbandaka langsung terkontrol. Kasus Ebola dinyatakan berakhir pada 24 Juli 2018.

Ebola sendiri menyebabkan demam, pendarahan, lemah, dan sakit perut, dan membunuh sekitar setengah dari yang terinfeksi.

Virus ini ditularkan melalui kontak dengan orang yang sakit atau meninggal, serta dengan hewan.

Nama penyakit diambil dari Sungai Ebola di Kongo, di mana ia pertama kali diidentifikasi, pada tahun 1976.

Sementara itu Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti dalam Twitternya mengatakan WHO akan mengerahkan timnya di Mbandaka untuk mengumpulkan dan menguji sampel, lalu ke laboratorium nasional untuk konfirmasi.

Pelacakan kontak juga tengah dilakukan. WHO bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Afrika untuk menangani kasus Ebola di Kongo.

“Dengan setiap pengalaman kami merespons lebih cepat dan lebih efektif,” ujarnya.

Selain Ebola, Kongo juga sibuk dengan penanganan virus corona dengan laporan kasus COVID-19 tertinggi ada di ibu kotanya, Kinshasa.

Total ada 3.049 kasus virus corona di Kongo, dengan 71 pasien di antaranya meninggal dunia.

Terbatasnya kapasitas pengujian deteksi COVID-19 membuat angka skala sebenarnya dari wabah tersebut sulit diketahui.

Sementara ada lebih dari 350.000 orang telah terinfeksi campak di negara itu sejak Januari 2019, dan 6.500 orang di antaranya meninggal dunia.

Sejauh ini, pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan antara provinsi-provinsi untuk menekan penyebaran virus corona, yang sekarang juga dapat membantu membatasi penyebaran Ebola dari Mbandaka. (*)

Penulis : Ade Indra

Editor : Slamet Timur