KABARNUSANTARA.ID – Ketua Panitia Acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab, Ustaz Haris Ubaidillah mengaku mendapatkan bantuan masker dari Badan Nasional.

Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini ia sampaikan usai diperiksa polisi selama belasan jam terkait acara tersebut.

“Iya kita ada terima bantuan dari BNPB dan BPBD DKI. (Sebelumnya minta bantuan) Kita enggak ada pembicaraan, cuma BNPB ada memberikan bantuan berupa masker BNPB dan hand sanitizer itu inisiatif BNPB,” kata Haris Ubaidillah kepada wartawan, Kamis (19/11).

Pemberian masker itu dilakukan saat acara pernikahan tersebut digelar di Petamburan beberapa hari lalu. Tak hanya memberikan bantuan masker dan handsanitizer, mereka juga diingatkan soal protokol kesehatan.

“Mereka membimbing kita, mengarahkan kita untuk melakukan protokol kesehatan. Ya itu, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker seperti itu,” ujarnya.

Massa di Luar Perkiraan Panitia

Ia mengaku, tak menyangka jika masyarakat yang datang dalam acara yang digelar bersamaan dengan acara Maulid Nabi SAW membludak.

“Iya saat acara itu mulai dari MC penjaga acara semuanya menyerukan untuk menjaga jarak, saat itu masa di luar perkiraan kita. Makanya kita serukan, kita enggak sempat mengimbau tapi kita serukan itu keras,” ungkapnya.

Soal batas maksimal jumlah orang yang dapat hadir dalam satu acara pernikahan, menurut Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengaku, sudah melakukan pencegahan dengan berbagai cara.

“Menurut saya itu tidak tepat diserukan ke sini, karena ini kan acaranya maulid. Jadi bukan acara resepsi, tetapi ini akad nikah yang disusupkan di acara maulid,” ujar Aziz.

“Kemudian mitigasi sudah kita siapkan secara maksimal, kita sudah berkoordinasi dengan panitia juga misalkan satu kita sediakan sharing di youtube channel live, itu kan sudah maksimal, artinya kan masyarakat pun kita bilang mau nonton di youtube channel ini pun bisa. Jadi enggak perlu datang, di kantor sambil tidur bisa,” sambungnya.

Selain itu, ia menjelaskan, jika pihaknya telah menyiapkan jalan yang panjang dari ujung Petamburan agar tak ada masyarakat berdesak-desak saat hadir.

“Kurang juga? Kita siapkan toa dari ujung sampai ujung tuh toanya itu sampai ke sana suaranya, artinya sudah diingatkan. Tetapi memang massa membludak begitu kan dan ya itu force merger kita enggak bisa memperkirakan sampai segitu kan, enggak mungkin kan kita tutup sampai Gatot Subroto,” jelasnya.

“Artinya ya kita tidak menyangka lah, kita sudah ada mitigasinya,” sambungnya.

Aziz menegaskan, acara tersebut bukan merupakan acara pernikahan melainkan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Bukan, di sini acara maulid bukan pernikahan, akad itu bagian dari maulid, akad nikah ya. Kan itu cuma berapa menit,” tegasnya.