KABARNUSANTARA.ID – Bagi Anda yang masih beraktivitas setiap hari di masa pandemi Covid-19, lokasi-lokasi berikut ini wajib diwaspadai karena berpotensi muncul kerumunan di masa libur panjang akhir pekan ini.

Libur Nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad yang jatuh di 29 Oktober dan cuti bersama hingga 1 November membuat potensi banyak masyarakat akan keluar untuk liburan. Tempat wisata seperti resort atau theme park diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.

Adapun pemetaan daerah yang berpotensi padat dan menimbulkan kerumunan selama periode libur panjang merupakan tanggung jawab Satgas Nasional, pemerintah daerah atau Satgas Daerah.

“Seperti lokasi wisata, pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern, mal, tempat-tempat ibadah, lokasi kegiatan seni budaya, dan fasilitas transportasi,” ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, JAKARTA, seperti dikutip Liputan6 pada Selasa (27/10/2020) yang dilansir dari merdeka.com.

“Satgas Daerah dapat melakukan pengawasan terhadap penegakan protokol kesehatan yang diharapkan dan dilakukan bersamaan dengan berbagai elemen. Khususnya penyelenggara kawasan wisata, restoran, dan tempat-tempat publik lainnya yang diprediksi akan menimbulkan kerumunan saat libur panjang 5 hari kedepan. Prinsipnya, hindari kerumunan.” ujar Wiku.

Dari sektor pemerintah, upaya antisipasi hadirnya kluster Covid-19 di titik-titik kerumunan saat libur panjang bakal dilakukan dengan beberapa cara. Pemerintah daerah diminta membatasi tingkat kapasitas kunjungan di lokasi wisata, maksimal 50 persen dari total pengunjung.

Pemda dapat bekerjasama dengan pengelola wisata, optimalkan satuan tugas daerah dan fasilitas kesehatan, terutama pelacakan kontak (tracing) dan skrining.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 yang ada di daerah untuk menegakkan disiplin terhadap protokol kesehatan di lokasi-lokasi yang berpotensi timbul kerumunan. Upaya pengendalian COVID-19 akan lebih maksimal saat melibatkan banyak pihak, terutama masyarakat sendiri,” jelas Wiku.

“Kami meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan kapasitas testing (tes COVID-19) bagi masyarakat dan pelaku perjalanan dapat melakukan skrining secara mandiri sebagai langkah preventif dan diagnosis dini.” imbuhnya.

Jika Anda tetap melakukan aktivitas di luar rumah terutama mengunjungi lokasi-lokasi yang berpotensi muncul kerumunan di atas, maka pastikan Anda dalam kondisi sehat dan patuhi protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sumber: Liputan6.com
Repoter:Fitri Haryanti Harsono