PCNU Garut Tetap “Wait and See” Meski Versi Quick Count Jokowi-Ma’aruf Unggul

0
95


GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Beda dengan sebagian pendukung Prabowo-Sandi di Wanaraja yang telah menggelar syukuran, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut justru bersikap wait and see. Pihak NU tak ingin buru-buru mengklaim kemenangan, meskipun versi real count beberapa lembaga survei, pasangan 01 Jokowi-Ma’aruf Amin unggul.

Sekretaris PCNU Kabupaten Garut, Deni Ranggajaya mengatakan, hasil hitung cepat lembaga survei seperti Charta Politika, Indo Barometer, Indikator, dan LSI Deni JA, hanya sebuah gambaran. Menurutnya, hasil final Pemilu 2019 baru akan diketahui usai rekapitulasi perolehan suara pasangan calon presiden-wakil presiden di tingkat nasional oleh KPU nanti.

Baca juga:

Pendukung Prabowo-Sandi Gelar Syukuran di Ponpes Darussalam Wanaraja

“Ya walaupun quick count menggunakan metode terukur dan teruji secara ilmiah, tetap hasil akhir nanti KPU yang umumkan. Kita tunggu saja nanti pengumuman KPU,” ujar Deni, di Kantor PCNU Kabupaten Garut, Jum’at (19/4/2019).

Deni menerangkan, hitung cepat atau quick count bukan sesuatu yang baru, tapi telah telah dilakuan di banyak negara, baik negara maju maupun berkembang. Di Indonesia sendiri quick count telah dilakukan pada pemilu-pemilu sebelumnnya.

“Yang pasti hasil final nanti tak jauh dari hasil quick count. Pemilu sebelumnya kan kita sudah pakai, bukan cuma untuk pilpres, pilkada dan lain-lain juga pakai. Ya hasilnya tidak jauh-jauh lah dari situ,” terang Deni.

Baca juga :

Di TPS Tarogong Kidul, Surat Suara Pilpres Ada yang Bergambar Pasangan Cepot-Dewala

Deni menuturkan, PCNU Garut tidak akan terlalu euforia menanggapi hasil quick count tersebut. Apalagi sampai mengeluarkan statement atau mengklaim kemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf sebelum adanya pengumuman resmi dari KPU.

“Bukannya tidak percaya dengan quick count, kita sangat percaya itu karena menggunakan metode ilmiah, tapi kita baru akan klaim kemenangan setelah keluar perhitungan dari KPU,” ujar Deni.

Reporter :Ihsan
Editor : Mustika