Pelaku UKM di Tasikmalaya Jadi Sasaran Bank Emok dan Rentenir

0
201

TASIKMALAYA, KABARNUSANTARA.ID – Puluhan Ribu Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Tasikmalaya rawan jadi sasaran empuk rentenir.

Hal ini mengingat banyaknya UKM yang membutuhkan banyak modal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zein mengatakan dengan pinjaman di rentenir, meski bunga mencekik, proses pinjaman yang cepat tanpa banyak syarat dianggap menggiurkan bagi mereka yang kelimpungan mencari modal usaha.

“Jadi rentenir seolah memanfaatkan Banyaknya UMKM, jadi itu sasaran empuk para Rentenir dalam memberikan pinjaman bantuan modal usaha, yang sebenarnya justru menyulitkan,” ucapnya dalam acara pembukaan Workshop bertajuk mari melek keuangan dikantor Oproom Setda, Kamis (05/03/2020).

Zein berharap agar dunia perbankan melakukan intervensi dengan menggandeng unsur muspika dan Pemerintah Desa hindari praktek rentenir. Tidak sedikit yang ingin terburu-buru mendapatkan pinjaman, tapi sebetulnya malah menambah sulit.

“UKM kita lebih dari 30 ribu, tapi masih terbatas dalam mengakses jasa keuangan yang ada di perbankan. Masyarakat seringkali kesulitan terkait institusi jasa keuangan yang legal dan tidak legal. Itu terbukti dengan masih maraknya praktek penipuan berkedok investasi serta praktek renten yang menjerat masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat sekarang dihebohkan dengan hadirnya pinjaman online hingga pinjaman dengan istilah “bank Emok”.

Yaitu pinjaman jumlahnya besar dengan ditanggung oleh banyak orang.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmakaya Edi Ganda Permana, tidak memungkiri munculnya fenomena pinjaman online dan “Bank Emok”.

Untuk itu,. asyarakat harus cerdas memilih pinjaman online dan Istilah Bank emok.  Meski terdapat yang legal, kebanyakan pinjaman online justru itu ilegal.

“Bank emok itu hanya istilah sebenarnya, beberapa legalitasnya ada dan tercatat di OJK. termasuk juga Pinjaman online. Tapi harus hati hati periksa juga apakan Pinjol dan bank emok ini benar benat teecatat dikami di OJK. Maka bisa di cek di web site kami” Ucap Edi.

Sementara itu, Bisnis Choach BTPN Syariah Jawa Barat Herdis Rosiawan mengakui, saat ini masyarakat dipusingkan dengan pencarian modal.

Akhirnya, renterir memanfaatkan situasi ini.

kehadiran BTPN Syariah di Kabupaten Tasikmalaya sendiri bukan untuk memerangi adanya rentenir. Melainkan hanya untuk memberikan solusi kepada masyarakat.

“Kita juga fokus memberikan edukasi kepada masyarakat teritama ibu ibu yang ingin mendapatkan permodalan, ” ucapnya. (*)

Reporter : Ucue

Editor : Slamet Timur