GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Pencoretan Ervin Luthfi Caleg terpilih Dapil XI Jabar dari Partai Gerindra menuai reaksi negatif dari pendukung Ervin Luthfi terhadap keputusan kontroversi yang dilakukan Partai Gerindra, bahkan keputusan penggantian Ervin Luthfi oleh sesama kader partai Gerindra Mulan Jameela itu dinilai sebagai keputusan yang tidak sesuai aturan dan akan berdampak buruh bagi partai gerindra kedepan.

“Dasar pertama sengketa Pileg tidak bisa disamakan dengan sengketa anggota parpol, karena dasarnya UU Parpol dan UU Pemilu, bahkan di Jabar XI tidak terjadi sengketa pemilu, baik di Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, dan Partai Gerindra telah menetapkan Ervin Luthfi sebagai caleg gerindra terpilih,” ujar Budi Rahadian S.H Penasehat Hukum Tim Ervin Luthfi dalam sebuah pertemuan internal tim beberapa waktu lalu.

Simak juga video pemberhentian Ervin Luthfi dari Partai Gerindra :

Bahkan ia menyebut jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib menetapkan Ervin Luthfi sebagai anggota DPR RI terpilih, karena dasar putusan PN Jaksel merujuk pada sengketa anggota partai, dan keputusan tersebut dinilai tidak berdasar karena menjadi ranah yang berbeda, sedangkan Pileg bersdasar pada UU pemilu.

“Keputusan PN Jaksel sudah mencampur adukan antara sengketa parpol dan sengketa pemilu, karena sengketa hasil pileg DPR RI atau pileg bisa di berhentikan apabila ada putusan MK, bahkan jika dikaji UU pemilu menjelaskan bahwa suara caleg tertinggi menjadi suara yang ditetapkan KPU, dengan proses saintlegue,” jelasnya.

Pemecatan atau Pencoretan Ervin Luthfi harus berdasarkan putusan mahkamah partai yang sesuai dengan AD ART, dan tidak ada dasar hukum yang lain.

“Pencoretan Ervin Luthfi telah melanggar Uu Pemilu dan Azas Pemilu serta Sistem Proporsional Terbuka, Keputusan PN Jaksel ini sudah melanggar azas demokrasi dan harus di usut oleh pemerintah,” pungkasnya.

Selain itu H. Oman Abdurachman Sidiq Tokoh Masyarakat Garut menilai bahwa pemberhentian Ervin Luthfi dari Partai Gerindra akan membuat pemilih kecewa pasca dilantiknya Mulan Jameela dan akan berdampak negatif terhadap Partai Gerindra dimasa yang akan datang.

“Pemberhentian ini akan berdampak negatif terhadap Partai Gerindra dimasa yang akan datang, kenapa ? karena jika pilihannya saja tidak dihargai berarti maslah bagi pemilih,” ungkap orang yang menjabat sebagai penasehat Partai Gerindra DPC Garut.

Bahkan Mantan Ketum HPDKI itu menambahakan jika Ervin Luthfi memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki Mulan Jameela dan dinilai lebih mengenal warga Garut, karena Ervin Luthfi tingal di Garut dan pernah berkiprah di beberapa organisasi di Kota Intan.

Selain Itu Muhamad Jafar Sidik Tokoh Pemuda menilai jika pemberhentian Ervin Luthfi dari Partai Gerindra harus menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat Garut terutama dalam menentukan kendaaraan, pasalnya menurut ia jika pemilih berharap aspirasinya disuarakan oleh orang yang ia pilih dan tiba-tiba diganti sama dengan memutuskan harapan pemilih tersebut.

“Kami ini sebagai pemilih, jika yang kita pilih tiba-tiba diberhentikan partai mau kesiapa lagi kita menaruh harapan, partainya saja tidak menghargai suara kita sebagai pemilih, dengan mengganti begitu saja,” pungkasnya.

Reporter : Tim Kabar Nusantara
Redaktur : AMK