Pemeliharaan Jalan Sebesar Rp18 Miliar Hanya Penghamburan Anggaran

0
163

kabarnusantara.id – Sekretaris Pansus LKPJ Bupati Garut, Tahun 2017, Juju Hartati, yang juga Ketua Fraksi PDIP, menyangkan, buruknya kualitas perbaikan jalan Kabupaten sepanjang 300 Km yang menghabiskan anggaran Rp18 Miliar.

“Anggaran tahun 2017 untuk perbaikan jalan melalui pos pemeliharaan besarnya Rp18 Miliar, namun saat ini kondisinya sudah berlubang kembali. Jelas kalau dilihat dari pemanfaatan anggaran tidak baik dan penghamburan, ” ujar Juju, Senin (9/4/2018).

Dikatakan Juju, seharusnya Dinas PUPR ikut langsung mengawasi saat dilakukan perbaikannya, baik itu penambalan atau perbaikan lainnya. Sehingga akan ketahuan apakah kualitasnya baik atau tidak? Nah kalau sudah begini siapa yang rugi, jelaskan rakyat yang seharusnya menikmati jalan bagus malah menikmati jalan buruk.

“Ingat uang rakyat yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut. Hanya saja kualitas perbaikannya sangat buruk. Kami akan pertanyakan itu saat rapat LKPJ dengan Dinas PUPR, ” tegasnya.

Dirinya berharap, Dinas PUPR benar-benar memanfaatkan anggaran sebaik mungkin. Atau melakukan analisa terlebih dahulu sebelum menggunakan anggaran. Apakah, perbaikan sedang atau perbaikan berat.

Sementara Wahyudin (41), warga Kampung Ranca Kukuk Desa Karyamukti Kecamatan Banyuresmi, menyampaikan bahwa kondisi jalan rusak tersebut sudah berlangsung lama. Sampai saat ini, kata dia, belum ada penanganan berarti dari pemerintah. Dia mengatakan, jalan tersebut sebelumnya pernah ditambal, tetapi kembali berlubang.

“Dari kapan ya ini? Pokoknya sejak musim hujan jadi banyak lubangnya begini. Habis ditambal, ini berlubang lagi. Setahun ada kayaknya dua kali. Akibat lubang pada jalan ini, ada saja orang dan tak jarang terjadi kecelakaan. Biasanya pagi karena orang menghindari lubang terus juga enggak tahu jalan. Pernah waktu itu ada motor Harley jatuh,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang pengendara motor bernama Rini Anggraeni (25) warga Kecamatan Cibiuk yang melintas di jalan tersebut mengaku terganggu akan lubang-lubang di jalan itu, apalagi selepas hujan turun.

“Terganggu banget, saya kan sering lewat sini. Kalau sudah hujan lubangnya jadi genangan, enggak kelihatan kan tahu-tahu kejeblos. Saya saja masih sering kaget, bagaimana orang yang baru pertama lewat sini,” ujar dia. (Akbar)