GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Untuk mengantisipasi kasus orangtua menghamili anak kandung (inces) yang kini terjadi secara berulang di Garut, Bupati Garut, Rudy Gunawan, meminta agar masyarakat saling mengingatkan dan saling mengawasi.

“Para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga lainnya harus nguriling ngaronda saling mengawasi. Kejadian orang tua manghamili anak kandungnya sendiri sungguh sangat memalukan. Kalau ada duda tolong diawasi,” kata Bupati sambil tertawa, usai memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Garut, Kamis (18/7/2019).

Baca juga:

Siswi SMP di Tarogong Kidul Dicabuli Ayah Tirinya Hingga Hamil

Semua yang mendengar lelucon Bupati Garut pun ikut tertawa.

Bupati berharap agar kegiatan siskamling dengan rondanya lebih digiatkan di lingkungnya masing masing untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

“Kita tahu sendiri di Garut akhir-akhir ini ada beberapa kejadian dan masalah segala macam,” ujarnya.

Harganas XXVI Tahun 2019 dan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Garut digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana PP & PA Kabupaten Garut. Dalam kegiatan itu dilaksanakan pula launching program Sekoper Cinta, yang dilaksanakan di lapang tenis Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Garut.

Baca juga:

Dikira Begal, Tukang Ojek Warga Karangpawitan Dihakimi Massa

Sekoper Cinta merupakan kependekan dari Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita Cita yang merupakan program Ketua TP PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil. Dengan program itu, istri Gubernur Jabar ini berupaya memajukan perempuan Jawa Barat demi mendapatkan haknya menggapai cita-cita.

“Tujuannya agar perempuan di Jawa Barat menjadi perempuan yang inovatif, mempunyai daya saing yang tinggi dalam rangka membangun keluarga sakinah mawahdah warahmah dan juga keluarga yang mempunyai nilai ekonomis, sehingga Jawa Barat Juara Lahir dan Batin,” ujar Bupati.

Kegiatan itu dihadiri pula pejabat BKKBN Jawa Barat dan insan KB Kabupaten Garut. (*)

Reporter: Jay
Editor: Mustika