GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Para pendaki Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, diresahkan dengan sering terjadinya aksi pemalakan orang mabuk. Dengan mulut bau alkohol, orang itu memaksa meminta sejumlah uang kepada rombongan pendaki.

Insiden itu di antaranya dialami Dhian Permana dan kawan-kawan, pendaki asal Kecamatan Malangbong.

“Saya pun menjadi korban pemalakan orang mabuk saat turun dari Gunung Guntur,” katanya Selasa (23/4/2019)

Baca juga:

Nikahi Sarjana Ekonomi Cantik, Aceng Fikri Berbulan Madu ke Belanda

Dian menjelaskan, pada Minggu (21/4/19) ia dan teman-temannya baru saja turun dari Gunung Guntur dan bersiap naik mobil jemputan. Namun tiba-tiba tiga orang tak dikenal muncul dan memaksa meminta uang.

“Mereka memaksa meminta uang Rp 50 ribu per mobil. Hal itu dilakukan sambil minum minuman beralkohol,” kata Dhian.

Baca juga :

Bupati Garut Perintahkan Wakilnya Cek Soal UN SMP

Karena tak punya uang, Dhian hanya memberinya Rp 34 ribu.

“Saya hanya punya uang segitu. Pemalakan itu disaksikan juga oleh sopir saya,” katanya.

Dhian berharap, pihak terkait menertibkan aksi pemalakan tersebut sebab jika dibiarkan para pendaki akan kapok dan tak mau lagi mendaki Gunung Guntur.

“Bebaskan lokasi wisata di Garut dari pungli dan aksi pemalakan agar wisata Garut lebih maju lagi,” jelasnya.

Reporter : MD
Editor : Mustika