JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan pengeboran di Blok Rokan akan dimulai bulan depan.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan bahwa saat ini pihak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) masih mengonversi dua unit rig yang akan digunakan untuk mengebor. Selain itu, CPI melakukan pengadaan beberapa pekerjaan service yang menunjang kegiatan pengeboran.

SKK Migas dan CPI, tuturnya, terus mengusahakan agar kegiatan pengeboran tersebut dapat dimulai pada November sesuai dengan kesepakatan.

“Target [pengeboran] akhir November,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/10/2020).

Saat dimintai konfirmasi, pihak CPI masih enggan untuk menjelaskan detail persiapan pengeboran yang akan dimulai bulan depan itu.

Corporate Communication CPI Sonitha Poernomo mengatakan bahwa pihaknya terus berdisikusi secara intensif dengan SKK Migas sebelum memulai pengeboran tersebut.
“PT CPI terus melakukan diskusi secara intensif dengan SKK Migas untuk menyelesaikan detail implementasi heads of agreement guna menunjang dimulainya kegiatan pengeboran,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/10/2020) yang dilansir dari bisnis.com.

SKK Migas dan CPI telah menyepakati head of agreement (HoA) pada 28 September 2020 untuk investasi pada masa transisi wilayah kerja (WK) Rokan. CPI akan tetap berinvestasi pada 2020—2021.

Investasi tersebut merupakan upaya untuk penambahan produksi di WK Rokan selama masa transisi sebelum dialih kelola PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021.

CPI akan mengucurkan dana US$154 juta sampai dengan Juli 2020 untuk kegiatan pengeboran. Pada 2020, CPI akan mengebor 11 sumur dengan perkiraan investasi US$11 juta untuk penambahan produksi sebesar 500 barel minyak per hari.

Sementara itu, pada 2021, CPI akan mengebor 107 sumur dengan estimasi investasi US$143 juta untuk menambah produksi sebesar 5.000 barel minyak per hari.