GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Menjadi salah satu pengusaha muda H. Cahyadi Kristiawan bersama H. Pradana Aditya Wicaksana menaruh perhatian besar terhadap olahraga sepak bola.

Walaupun Cahyadi memiliki usaha dan tinggal di luar Garut, seperti halnya dengan Aditya, ternyata keduanya memiliki obsesi luar biasa untuk mengembangkan dan memajukan sepak bola di tanah kelahirannya Garut.

“Garut ini memiliki potensi pemain sepakbola yang luar biasa. Tapi kenapa sepakbolanya tidak maju, pasti ada sesuatu yang salah,” ungkap Cahyadi yang juga adik Mayor Jendral Cucu Sumantri, Wakil Ketua Umum PSSI itu.

Mereka menilai lemahnya pembinaan terhadap bibit pesepak bola usia dini dengan minimnya kompetisi dan kurangnya institusi yang mewadahi pemain muda potensial. Sehingga sepak bola garut lambat maju, hal itu membuat keduanya tergerak untuk mendirikan akademi sepakbola.

” Saya ingin sepak bola Garut bisa maju dan berkembang, bibit muda harus mendapatkan pembinaan yang jelas dan terarah. Pemain perlu banyak kompetisi untuk mengasah kemampuan dan memiliki jam terbang yang memadai agar lebih kompetitif,” ujar Cahyadi.

Selain itu, program yang dicanangkan dalam akademi sepak bola yang diberi nama Akademi Garut United itu, dibuka dua jalur pembinaan, yakni kelas reguler dan kelas khusus.

“Untuk kelas khusus penerimaan siswanya akan dilakukan melalui tes kemampuan, dan akan kita berlakukan sistem promosi dan degradasi sesuai perkembangan kemampuan si anak. Selain itu kita akan ikutkan siswa kita dalam turnamen, atau kompetisi hingga tingkat nasional,”jelasnya.

Bahkan Cahyadi berharap ada dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah. “Saya tidak ingin setengah-setengah dalam melangkah. Saya sudah koordinasi dengan Kemenpora, dengan pemerintah provinsi, mudah-mudahan Pemkab Garut punya visi dan misi yang sama untuk memajukan sepak bola ini,” jelasnya.

Bahkan kedepan akademi yang dirintisnya itu akan dibentuk boarding school agar lebih fokus dan terarah dalam pembibitan pemain dengan lebih profesional.

Jika programnya berjalan mulus dan mendapat dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di Garut, maka untuk memenuhi kebutuhan pemain Persigar tak perlu repot-repot mencari keluar Garut.
Akademi Garut United akan digulirkan mulai awal tahun baru 2020 mendatang, dengan menggandeng pelatih eks pemain Persib Bandung, Sutiono. Untuk tempat latihan akan menggunakan Lapang Rancabango Tarogong, Lapang Makorem 062 TN dan Lapangan SOR Merdeka Kherkof.

Akademi ini terbuka untuk usia dini dari 7 tahun hingga usia 17 tahun. Bagi yang berminat mengikutsertakan putera puterinya bisa datang langsung ke sekretarian Akademi Garut United di Jalan Raya Cipanas no 19 Tarogong Garut.

Cahyadi dan Aditya, yang juga anak sulung Cucu Sumantri itu, berharap, akademi pertama di Garut ini, bisa membawa angin segar bagi persepakbola Garut.

Reporter : Jay Wijaya
Editor : AMK