KABARNUSANTARA.ID – Di masa pandemi Covid-19 hampir semua negara mengalami penurunan di sektor ekonomi, termasuk Indonesia. Meski begitu, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap memiliki peluang cukup potensial, termasuk bagi para pengusaha perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, mengungkapkan, sekitar 50 persen pelaku UMKM adalah dari kalangan perempuan.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah memberikan ruang yang cukup luas untuk perempuan agar lebih leluasa dan mudah untuk bergerak di bidang koperasi dan UKM, termasuk dalam upaya digitalisasi sektor usahanya.

Untuk itu, kata I Gusti Ayu, sinergitas dan kolaborasi antar lembaga bisa meningkatkan kualitas pemberdayaan perempuan.

“Kalau kita melihat satu contoh saja UMKM yang ada itu kan 50 persen itu adalah perempuan, tapi disinilah yang masih kita akan mencari benang merahnya, di satu sisi potensi dari populasi penduduk setara, kalau dari segi peran kalau kita lihat di usaha umkm 50 persen diduduki oleh perempuan,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Jum’at (09/10/2020).

Menurutnya, upaya pemberdayaan perempuan Indonesia tidak bisa berjalan tanpa ada sinergitas dan kolaborasi dengan instansi terkait, mulai dari instansi pemerintah pusat seperti Kementrian, Pemerintah Daerah, lembaga masyarakat termasuk media massa.

Karena kata Menteri PPPA, hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang lumayan besar. “Sebenarnya potensi-potensi itu sudah ada, tinggal inovasi, kreativitas yang harus dibangun, termasuk dalam memaksimalkan penggunaan waktu yang ada ketika diam di rumah selama pandemi, ” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Menteri Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, mengungkapkan, meski terjadi kontraksi atau penurunan ekonomi di dunia dan Indonesia, peningkatan ekonomi bisa dibantu melalui peran perempuan di bidang usaha rumahan.

Penerapan protokol kesehatan dengan program untuk produktif di rumah bisa menjadi momentum untuk para kaum perempuan untuk bergerak di bidang UKM.
“Sinergitas pengembangan UKM dengan kaum perempuan, mentradisikan sinergitas (antar lembaga dari Kementrian hingga pemerintah daerah,” Ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peluang yang cukup luas dalam mengembangkan usahanya, terlebih saat ini mayoritas usaha disarankan untuk bisa dikerjakan di rumah, fasilitas pemasaran online pun tersedia dan mudah diakses.

Ia menyampaikan, dunia tengah mengalami kontraksi ekonomi yang luar biasa, termasuk Indonesia hingga minus 5 persen. Meski begitu, tingkat penurunan di Indonesia masih dibilang cukup toleran ketimbang negara lain seperti Singapura yang minus hingga 11 persen dan Amerika Serikat minus sampai 33 persen. Dan di kuartal ketiga, ekonomi Indonesia cukup mengalami perkembangan baik.

Terpisah, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, mengungkapkan, pihaknya mendorong pemberdayaan perempuan untuk lebih produktif selama di rumah. Terlebih saat ini perekonomian tengah merosot sehingga munculnya para UKM diharapkan bisa meningkatkan perekonomian rakyat kedepan.

“Pengembangan usaha/UKM, bukan hambatan lagi untuk dikerjakan di rumah, kita (Pemkab Garut, red) ada pemasaran online, sudah banyak yang berhasil yang dilakukan melalui online,” katanya.

Disebutkan Helmi, beberapa sektor yang sudah berjalan dan cukup berhasil digarap kaum perempuan di Kabupaten Garut diantaranya bidang usaha kuliner dan fashion. (Zay).