Permintaan Tinggi, Himperra Minta Kuota Rumah Bersubsidi Ditambah dan Ijin Dipermudah

0
119

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Ketua Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (Himperra) Kabupaten Garut Widi Nugroho berharap kuota perumahan bersubsidi terus ditambah dan ijinnya dipermudah.

Sebab permintaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu terus meningkat.

Diketahui permintaan masyarakat terhadap rumah bersubsidi mencapai ratusan ribu, sedangkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan  (FLPP) sangat minim.

Karenanya Ia menyambut baik langkah Bank Negara Indonesia (BNI) yang turut membiayai perumahan untuk MBR.

“Kami menyambut baik keberpihakan BNI dalam penyaluran kredit rumah kepada MBR. Dengan begitu masyarakat Garut akan lebih diuntungkan lagi, dan kami akan memperoleh lebih banyak kuota untuk subsidi dari pemerintah terkait perumahan,” terangnya.

“Saya menghimbau kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan perijinan khususnya kepada pengembang perumahan bersubsidi,” katanya.

Pengusaha muda itu khawatir jika kuota rumah bersubsidi itu tidak terserap karena perijinan yang sulit, maka kuota yang diberikan untuk Garut akan dipindahkan ke daerah lain.

“Jangan sampai warga kita sendiri yang dirugikan. Artinya jangan sampai seharusnya kita bisa menyerap subsidi lebih banyak lagi, tapi terkendala oleh perijinan dan lainnya,” ujarnya.

Selama ini yang menjadi kendala dalam penyediaan perumahan bersubsidi untuk MBR itu adalah kuota yang sangat minim dan sulitnya perijinan.

Karenanya Himperra berharap, selain permintaan pemberian ijin dipermudah dari pemerintah.

“Kami juga berharap kepada perbankan untuk lebih banyak lagi mendorong kuota rumah bersubsidi ke Garut,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jay
Editor : Slamet Timur