Pertamina Lakukan Pencarian Potensi Migas di laut Terbesar di Asia Pasifik melalui survei seisimik 2D

JAKARTA | KABARNUSANTARA.ID PT Pertamina (Persero) melakukan pencarian potensi minyak dan gas bumi (migas) di laut melalui sur‎vei seismik 2D. Pencarian potensi tersebut akan dilakukan sepanjang 30 ribu kilometer (km) dari Bangka sampai Papua. Pencarian potensi migas ini menjadi survei terbesar di Asia Pasifik.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, survei seismik 2D tersebut merupakan pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti‎ (KKP) kontrak bagi hasil gross split wilayah Kerja Jami Merang yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE).


Pertamina melalui kontrak bagi hasil gross split Jami Merang telah melaksanakan KKP kegiataan eksplorasi di wilayah terbuka. Salah satunya adalah survei seismik laut 2D dengan mengunakan teknologi terkini,” kata Dharmawan, saat menghadiri peluncuran survei 2D di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11/2019). Dilansir liputan6.com

Survei terse‎but dilakukan secara terbuka di laut dari wilayah barat Indonesia tepatnya Bangka hingga timur yaitu Papua. Lintasan survei tersebut mencapai 30 ribu Km.

Menurut Dharmawan, survei 2D ini merupakan terbesar ‎di kawasan Asia Pasifik. “Panjang lintasan 30 ribu km, menjadikan survei terbesar di wilayah Indonesia dan region Asia Pasific termasuk Australia,” tuturnya.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan, ‎Survei 2D tersebut dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan yaitu PT Elnusa Tbk (Elnusa). Dengan menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa.

Lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area – Makassar Strait dan Buton Offshore.

Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.

“Kita semua optimis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Dwi.

 

Reporter : Bunga CAP

Post Author: Kabar Nusantara

Media www.kabarnusantara.id adalah media siber indonesia yang memberikan informasi terpercaya untuk khalayak menjadi penyambung lidah antara masyarakat dan penguasa serta unsur lainnya | PT. USPA MEDIA NUSANTARA

Tinggalkan Balasan