TASIKMALAYA|KABARNUSANTARA.ID Tindakan yang dilakukan anggota kepolisian resort kabupaten tasikmalaya jawa barat patut jadi contoh. Petugas sigap menolong seorang jemaah mesjid agung mangunreja yang mendadak sakit saat pelaksanaan ibadah solat jumat (25/1/19).

Jemaah bernama atang warga mangunreja mendadak mengeluh pusing hebat sesaat sebelum khutbah jumat dimulai. Akibat tak kuat, pria 67 tahun ini akhir roboh ditengah kerumunan jemaah.

Mendapati salah satu jemaah sakit, sejumlah anggota kepolisian dari satuan lalulintas dan reserse kriminal polres tasikmalaya langsung memberikan pertolongan pertama. Selain berusaha memijat bahunya, petugas juga memeriksa hitungan nadi secara manual.

“Anggota spontan langsung bertindak melihat jemaah mesjid kesakitan dengan menghampirinya, dicek kondisinya” ujar Kompol Sugiarto, kabag ren polres Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, dimesjid.

Akibat tak kunjung membaik, anggota membawa jemaah yang menuju rumah sakit milik pemerintah kabupaten untuk jalani pengobatan. Diduga atang alami tekanan darah tinggi karena memiliki riwayat penyakit ini.

“Kita evakuasi jemaah sakit ke rumah sakit untuk jalani pemeriksaan, kalau dibiarkan khawatir memburuk kondisinya, yah ini tugas kemanusiaan aebagai anggota polisi” tambah sugiarto.

Menurut tokoh ulama tasikmalaya, KH Tetep Abdul Latif, tindakan kepolisian dianggap sudah tepat walau tertinggal melaksanakan solat jumat. Menolong orang yang sakit merupakan tugas kemanusiaan yang dibenarkan secara syar’i. Jika petugas tertinggal solat jumat, maka cukup menggantinya dengan solat dzuhur.

“Mengurus orang sakit dan tertinggal laksanakan solat jumat dibolehkan oleh syar’i, yah harus diganti dengan solat dzuhur wajib itu” ujar kh tetep abdul latif, tokoh ulama tasikmalaya.
(Ucue/Tasiklamaya)