KABARNUSANTARA.ID – Polisi menyelidiki perusakan mobil Covid-19 hunter oleh massa demo tolak UU Cipta Kerja pada Selasa kemarin(6\10). Di luar dari kasus itu, polisi mengamankan 9 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut.

Dalam demo selasa kemarin, satu mobil polisi dirusakan oleh beberapa orang yang diduga massa. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 18.30 wib ketika suasana memanas saat polisi hendak membubarkan massa.

Demo sempat diwarnai blokade Jalan Pasupati, Kota Bandung dan perusakan taman di Cikapayang, Dago. “Ini sedang kita dalami dan selidiki, mobil sudah kita tarik dan perbaiki,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago di Mapolrestabes Bandung, Rabu (7/10).

Sementara itu, polisi sudah mengamankan 9 orang. Mereka akan digali keterangannya sekaligus keterlibatan dalam kericuhan hari selasa kemarin tersebut.

“Sedang didalami dari Polrestabes, jadi masyarakat tidak usah khawatir lagi sekarang kota Bandung sudah dalam keadaan kondusif. Ada sembilan totalnya. Ini akumulasi dari tadi malem jadi ada beberapa yang diamankan,” pungkasnya.Ketua Konfe‎derasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto menegaskan buruh yang berunjuk rasa di Kota Bandung pada Selasa kemarin(6/10), tidak terlibat kerusuhan.

“Kami tegaskan bahwa kami sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB. Kami klarifikasi, aksi kerusuhan kemarin bukan dilakukan buruh. Tidak ada komunikasi dengan gerakan lain,”.

Aksi penolakan UU Omnibus Law berlangsung hingga Kamis 8 Oktober 2020. Rencana aksi hari ini, buruh di Kota Bandung akan beraudiensi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami tidak punya kepentingan lain, hanya menolak Omnibus Law dibatalkan,” pungkasnya.

Baca juga:
Demo di Serang Ricuh, Kepala Karo Ops Polda Banten Benjol Kena Timpuk Batu
Demo di DPRD Jabar Berujung Ricuh, Massa Rusak Mobil Polisi
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung Ricuh, 10 Orang Diamankan Polisi
Cegah Klaster Covid-19, Polisi Imbau Masyarakat Tak Demo

Sumber lain : merdeka.com