Kapolres Garut Awasi Pelaksanaan MPLS di SMKN 1 Garut

1
316

GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi jalannya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) disetiap sekolah dari tinggat SMP hingga tingkat SMA/SMK di wilayah hukum Kepolisian Kabupaten Garut. Hal ini dikatakannya saat melakukan pembekalan kepada para siswa baru peserta MPLS di SMKN 1 Garut, Rabu (17/7/2019).

Baca juga : Ratusan Siswa Baru MTsN 2 Garut Ikuti Pembinaan Wasbang dari Koramil

Dikatakannya, pihaknya sudah sering kali meingatkan pihak sekolah agar tidak ada perpeloncoan saat masa MPLS. “Sudah sering kali diingatkan dan kita (Polres Garut) sering kali berkomunikasi dengan pihak sekolah, bahwa ini adalah masa rawan dan transisi. Kalau dulu istilahnya ospek, sekarang MPLS,” ujarnya.

Kapolres Garut Saat memberikan arahan kepada siswa siswa SMKN 1 Garut Dok ; JAY KBRN

Pihaknya berharap, MPLS tetap dijalankan dalam rangka pengenalan lingkungan kepada para siswa baru. Paling tidak MPLS ini kata Budi, siswa sudah mengenal kakak kelasnya, guru-guru dan Kepala Sekolanya yang nantinya akan membantu pada proses belajar mengajar.

Baca juga : Deden Hamdani, Guru MTs Negeri 2 Garut Menggebrak Betawi Lewat Pameran Lukisan

“Diharapkan pada kegiatan ini (MPLS) tidak ada lagi kegiatan seperti yang lalu-lalu ( perpeloncoan), kekerasan, apalagi sampai adanya korban siswanya sendiri itu sangat tidak diharapkan,” tegasnya.

Kapolres juga meminta kepada pihak sekolah, untuk terus memonitor kegiatan-kegiatan awal ajaràn baru ini. “Kami akan terus memonitor dari pihak Polsek, Bhabinkamtibmas, dan saya sudah perintahkan dan sudah komunikasi dengan pihak sekolah,”Imbuhnya.’

Baca juga : Baznas Garut akan Jadi Percontohan di Jabar

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Garut, H. Dadang Johar Aripin, menyambut baik adanya peran pihak keamanan dalam mengawasi jalanya MPLS di sekolahnya.

“Dari Kepolisian juga, dari Polsek setiap hari melihat kegiatan (MPLS). Sekarang yang ditekankan ialah pendekatan yang humanis terhadap anak-anak tidak boleh ada perpeloncoan, sebegaimana yang dikemukakan oleh Bapak KCD (kantor Cabang Dinas Pendidikan),”Katanya.

Dadang juga mewanti-wanti kepada jajaranya agar hal yang sudah tidak relevean yakni perpeloncoan tidak boleh sampai terjadi, apalagi sampai ada korban seperti didaerah lain.

“Kebiasaan seperti itu dari lima tahun yang lalu sudah ditinggalkan, jadi anak-anak bagimana mengenal sistem pembelajaran yang ada disini (SMKN 1 Garut), sesuai dengan judulnya masa pengenalan lingkungan sekolah,”Pungkasnya usai memberikan pembekalan di SMKN 1, Kapolres bergegas menuju SMAN 1 Garut.

Reporter : Jay
Editor : Mustika