GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah satu orang lagi.

Setelah pada hari Rabu (29/4/2020) tenaga medis berjenis kelamin Laki-laki 26 tahun dari Kecamatan Cisurupan menjadi salah satu Pasien Positif Covid-19.

Perawat itu diduga tertular dari pasien positif yang kabur asal Cigedug yang kini diketahui sudah meninggal dunia.

“Dengan bertambahnya satu orang tersebut jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut menjadi 11 orang,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat, Kamis (30/4/2020).

Ia menjelaskan, tenaga medis tersebut diketahui positif Corona setelah Pemkab Garut melakukan tracing pasca adanya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kabur dari rumah sakit yang belakangan diketahui positif Covid-19.

Pasien tersebut diketahui pernah berobat ke Puskesmas Cisurupan. Perawat tersebut akan diisolasi di RSUD dr. Slamet Garut.

Perawat itu secara fisik sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun.

Menindaklanjuti hasil temuan KC-11 ini, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melakukan respon cepat untuk tracing dan tracking, dan tentunya, sebelum kegiatan tersebut dilakukan surveilans terhadap kontak erat risiko tinggi.

Atas hasil kegiatan surveilans ini diperoleh data terdapat sebanyak 126 orang tersebar 3 (tiga) Lokasi yaitu di Puskesmas Cisurupan, tempat tinggal KC-11, dan keluarga lainnya yang ada di beda kecamatan.

Untuk kegiatan tracing dan tracking itu sendiri akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini.

Pada hari ini pula ditemukan kasus PDP baru, Perempuan 81 tahun Kecamatan Karangpawitan.

Memiliki riwayat perjalanan dari Kota Tasikmalaya disertai gejala penyakit paru kronis dan tekanan darah tinggi.

PPD ini telah masuk riuang isolasi sejak kemarin malam dan telah mendapatkan penanganan medis termasuk rapid test dan pengambilan swab.

Sementara total kasus Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 3.042 kasus terdiri dari :

a) OTG : 593 orang, dimana 357 masih dalam tahap observasi dan 236 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian;

b) ODP : 2.386 kasus (157 kasus masih pemantauan, 14 dalam perawatan, dan 2.215 selesai pemantauan dimana 11 diantaranya meninggal);

c) PDP : 52 kasus (7 kasus sedang dalam perawatan dan 45 kasus selesai pengawasan dimana 11 diantaranya meninggal);

d) Konfirmasi + : 11 kasus terdiri 8 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 kasus dinyatakan sembuh, dan 1 kasus meninggal. (*)

Penulis : MD Sumarna
Editor : AMK