PPI Bantah Adanya Kekerasan Saat Latihan Yang Sebabkan Paskibra Tangsel Meninggal

0
231

GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Terkait adanya anggota siswi paskibra yang meninggal dunia Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangerang Selatan Warta Wijaya membantah bahwa paskibraka asal Tangerang Selatan Aurellia Qurratuaini meninggal karena mengalami kekerasan fisik dari senior saat latihan.

Menurut warta Aurel maupun peserta paskibraka lainnya hanya diberi latihan fisik biasa dengan standar pembinaan yang sudah diatur. “Yang pasti kita dalam pola pelatihan pendidikan paskibraka enggak ada yang namanya kekerasan atau pun body contact secara langsung kan enggak ada. Ya semua yang sudah diterapkan diajarkan itu sudah sesuai dengan standar pola pembinaan,” ucap Warta Sabtu (3/8/19).

Bahkan Warta menyebut wajar latihan fisik dilakukan karena anggota paskibraka harus melakukan baris-berbaris dalam waktu yang cukup lama. “Iya karena kan ya paskibraka kita tahu tugasnya membawa bendera duplikat pusaka baris berbaris dengan waktu yang cukup lama, yang sudah pasti dibutuhkan kebugaran sudah pasti butuh fisik yang agak beda dari yang lainnya,” ujarnya.

Selain itu para anggota paskibraka sendiri diberi latihan fisik dari pukul 07.00 pagi hingga 16.30 sore. Terkait lebam yang ditemukan di tubuh Aurel, menurut Warta tidak bisa langsung disimpulkan hasil kekerasan yang didapat dari latihan paskibraka. Ia menyebut lebam tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor.

“Masalah lebam kita juga belum tahu penyebabnya ini apa. Banyak faktor kan. Kalau kami ke anggota kami masih melakukan pendalaman ke anggota masing-masing ada atau tidak (kekerasan). Tapi saya bisa pastikan dalam pola pembinaan kami tidak ada yang namanya unsur-unsur kekerasan,” kata dia.

Sebelumnya, seorang anggota Paskibraka asal Tangerang Selatan dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019) pagi. Aurellia Qurratuaini, Kelas XI MIPA 3 dari SMA Islam Al Azhar BSD menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya yang berlokasi di Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang.

Ayah Aurel, Farid Abdurrahman (42) mengatakan, latihan paskibra yang dijalani anaknya sudah berlebihan. Hal itu dikatakan Farid karena dirinya Purna Paskibraka. Perlakuan berlebihan itu diberikan oleh para seniornya, bukan para pelatih Paskibra.

“Jadi campur tangan senior di luar pelatih, ini yang merupakan teror beban psikologis yang sangat luar biasa,” ujar Farid saat ditemui Kompas.com, di kediamannya di Perumahan Cipondoh, Tanggerang, Jumat (2/8/2019).

Reporter : Hdr