Pramestya Indriani Soroti Tingginya Angka Pernikahan Dini dan Anak Putus Sekolah

0
347

KABABAR NUSANTARA – Kabar Kesehatan, Istri Paslon Nomor 4 Calon Wakil Bupati Garut Pramestya Indriani mengelar diskusi dengan tema “Satu Jam Lebih Dekat Bersama Perempuan” untuk mengupas permasalahan ekonomi, anak putus sekolah dan perkawinan anak usia dini, Kamis (05/04/2018).

Acara yang di gelar di Desa Mangkurakyat RT 01, RW 01 Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berlangsung seru dengan saling tukar ilmu di kediaman seorang warga bernama Siti Hawa dihadiri puluhan warga.

“Kami hadir disini mewakili pasangan Ahad Akur ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk membahas permasalahan di daerah mengenai Ekonomi, Pernikahan Dini dan Anak Putus Sekolah,”Ungkap Pramestya Indriani Kepada Wartawan.

Bahkan Istri Calon Wakil Bupati Termuda Pradana Aditya Wicaksana itu menilai diperlukannya edukasi secara masif oleh pemerintah kepada masyarakat untuk tidak menikah dini dengan pertimbangan beberapa faktor kesehatan yang harus di jaga.

“Penyediaan lapangan pekerjaan dengan mengembangkan potensi wilayah yang ada, Penjaminan Pendidikan kepada anak, sedangkan dampak dari pernikahan usia dini ialah mental tidak stabil, dewasa seblm waktunya, alat reproduksi rusak, akibatnya meningkat angka kematian bayi dan ibu, yang paling di rugikan disini ialah perempuan,”Pungkasnya.

Sementara hal serupa Siti Hawa menjelaskan bahwa Perempuan diwilayahnya belum sadar akan pentingnya pendidikan, selain itu warga tidak paham terkait dampak dari perkawinan usia dini.

“Disini banyak yang belum sadar akan pentingnya pendidikan, jadi anak 16 tahun kalo yang tidak memiliki biaya sekolah kebanyakan langsung menikah, suaminya rata-rata buruh serabutan, tentu ini berdampak pada kebutuhan ekomomi masyarajat, “Tutupnya.

(Reno/Aldi)