Renovasi Hotel Cipanas Tanda Pemkab Serius Tangani Icon Garut

0
179

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Hotel Cipanas Indah resmi direnovasi. Dimulainya renovasi ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Garut Rudy Gunawan di Obyek Wisata Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (05/03/2020).

Dalam sambutannya Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Cipanas Indah merupakan salah satu Icon Garut yang dimiliki sejak dulu sebelum kemerdekaan.

Diketahui Garut memiliki tiga icon yaitu, Air Panas, Produk Teh kualitas Internasioal serta keindahan dan kebersihannya alam kabupaten Garut.

”Hasil Teh yang dikelola oleh PTP kini kondisinya sangat memprihatinkan, terkait Keindahan dan Kebersihan tentu kita harus upayakan kembali, dan Cipanas pun saat ini sangat menurun drastis” kata Rudy.

Disampaikan Rudy, ada beberapa ajuan pembangunan hotel saat ini justru di luar dari lingkungan Cipanas.

“saat ini yang ada misalkan Harmoni dan Santika Hotel, mereka tidak mengedepankan atau menjual air panas, 2 hotel yang akan dibangun dengan level bintang 4 yang saat ini mengajukan izin amdalnya pun berada di luar lingkar Cipanas jadi jauh dari Cipanas,” terangnya.

”Cipanas saat ini bukan icon lagi, menjadikan hotel yang ada saat ini tidak menjadikan air panas menarik wisatawan untuk menginap di Cipanas” tambahnya.

Terkait Hotel Cipanas yang akan di renovasi lanjut Bupati, ini menjadi PAD kabupaten Garut yang menghasilkan dibandingkan ketika masih pengelolaannya dilakukan oleh Pemkab Garut.

” Dulu kita harus memberikan subsidi sebesar Rp 300 – 400 juta setiap tahunnya, setelah dilaksanakan dengan kerjasama pihak ketiga dengan aturan – aturan yang ada melalui BOT, Pemkab Garut mendapatkan pendapatan berkisar antara 600 – 700 juta pertahunnya. Hasil itu didapatkan dari perjanjian kontrak setiap tahunnya yang berjumlah kurang lebih Rp 300 juta, bagi hasil dan pajak hotel dan restoran” terang Rudy.

Melalui perjanjian ini, lanjut Rudy, CV Wulandari berkewajiban untuk membangun hotel ini, nantinya setelah 30 tahun harus mengembalikan lagi ke Pemkab Garut.

” Kalau di bangun oleh Pemkab Garut berapa milyar pun nga akan bener, karena siapa yang akan mengelolanya? kalau ini jelas, selesai perjanjian hotel ini kembali milik Pemkab karena kita tidak menjualnya” tukasnya. (*)

Reporter : MD Sumarna
Editor : Slamet Timur