GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Memasuki masa tahun baru 2021 perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga Jum’at, 25 Desember 2020 Pukul 17.00 WIB, masih meningkat, Berdasarkan data dari Sub Devisi Pencegahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut bahwa masih terdapat penambahan laporan kasus Suspek Covid-19 sebanyak 16 orang, yaitu 1 orang dari Kecamatan Wanaraja, 2 orang dari Kecamatan Tarogong Kaler, 5 orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, 1 orang dari Kecamatan Samarang, 4 orang dari Kecamatan Kersamanah, 1 orang dari Kecamatan Cilawu, 2 orang dari Kecamatan Pakenjeng.

“Dari hasil testing, tracing dan tracking, maka hari ini berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 124, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 37 orang dan 11 kasus konfirmasi positif Covid-19 yang merupakan hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain, yaitu (Daftar Terlampir), kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai pemantauan (isolasi) bertambah sebanyak 88 orang, pada hari ini pula telah dilaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 1 orang, yaitu perempuan (KC-3596) usia 79 tahun dari Kecamatan Sukawening,” ujar Humas Gugus Tugas Covid 19 Yeni Yunita.

Bahkan pihaknya merelease total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) hingga harijumat sebanyak 24889 kasus, terdiri dari, Kontak Erat 16872 orang, (1260 Kasus isolasi mandiri dan 15612 Kasus discarded selesai pemantauan, suspek 4401 kasus (302 Kasus isolasi mandiri, 1 Kasus Isolasi RS/perawatan, 4060 Kasus discarded atau selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal, Probable : 1 kasus meninggal, Konfirmasi + : 3615 kasus, (1404 Kasus isolasi RS/perawatan, 2116 Kasus sembuh dan 95 Kasus meninggal).

” Ya Ancaman penularan virus Covid-19 di keluarga (klaster keluarga) semakin meningkat. Klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya. Maka dari itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri. Upaya pencegahan penularan virus (klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” Pungkasnya.