Sebanyak 219 Petambak Udang Bratasena Bina Pertamina Beri Sertifikasi Agar Naik Kelas

0
22

JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID. – Seorang pria 40 tahun, akhirnya bisa lulus mendapatkan sertifikasi profesi sebagai Operator Pembesaran Udang Air Payau yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan PT Pertamina (Persero), sebagai lembaga yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Raut sumringah dan bahagia terpancar dari Agus Sunarko, petambak udang Bratasena yang tergabung dalam Forsil (Forum Silaturahmi Penambak Udang Plasma).

“Rasanya seperti wisuda sarjana, apalagi sertifikat ini berlaku hingga 4 tahun,”kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/20).

Ini merupakan bagian dari program pembinaan kepada para penambak udang yang menjadi Mitra Binaan Pertamina, di Desa Bratasena Kecamatan Dente Teladas, Kab. Tulang Bawang. Agus adalah satu dari 219 penambak udang yang mendapatkan sertifikasi profesi petambak dari pelatihan di bulan Maret, yang dilakukan secara bertahap oleh Pertamina.

Penyerahan sertifikat profesi petambak dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Fatah Setiawan Topobroto bersama VP CSR dan SMEPP Pertamina, Arya Dwi Paramita. Pembinaan petambak udang di Bratasena tersebut merupakan sinergi BUMN Pertamina dan Perindo sebagai bentuk dukungan untuk memajukan sektor perikanan di Provinsi Lampung.

“Pertamina secara rutin melakukan pendampingan dan meningkatkan kompetensi para mitranya melalui workshop, seminar, sertifikasi, dan bentuk lain,” ucap Vice President (VP) Corporate Social Responsibility & Small Medium Enterprises Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita.

“Pertamina, akan menjalankan komitmen PK ini untuk mendukung kesejahteraan dan kemajuan para penambak. Melalui sertifikasi ini, bahwa Pertamina akan selalu menggandeng para petambak agar semua naik kelas, dan melalui PK yang diberikan akan mendorong petambak udang Bratasena mencapai kemandirian,” tambah Arya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan kegiatan penebaran pakan hasil produksi Perindo, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas udang maupun hasil produksi sesuai yang diharapkan.

Komitmen para penambak udang dalam memenuhi kewajiban menyelesaikan pinjaman kemitraan juga ditandai dengan pengembalian jaminan sertifikat tanah penambak yang telah melunasi pinjamannya. Setidaknya ada 133 petambak yang sudah melunasi pinjaman, sementara sisanya masih dalam proses karena saat ini tengah memasuki tahap panen.

“Alhamdulillah sudah lunas pinjaman modal dari Pertamina, saya bersyukur dapat suntikan dana ini yang waktu itu kami gunakan untuk beli bibit dan perawatan. Kelancaran usaha tidak lepas dari bimbingan dari para pendamping baik dari Pertamina maupun Perindo, ” tutur salah satu penambak Nur Iswahyudi.

Sertifikasi ini merupakan yang pertama kali diterima petambak di Bratasena dengan harapan untuk meningkatkan kompetensi, memenuhi standar CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), sehingga mitra binaan lebih professional, terlatih dan diharapkan dapat meningkatkan jaminan mutu kualitas hasil panen udang.

Sejak tahun 2018 hingga saat ini, tercatat 723 penambak udang Bratasena yang telah digandeng sebagai Mitra Binaan Pertamina, dengan total pinjaman dana bergulir mencapai Rp 72 miliar.

Dari dana yang digulirkan tersebut, digunakan untuk pengembangan tambak, pembeliaan bibit dan pakan yang dikembangkan oleh Perindo, diikuti dengan berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan dari Pertamina dan Perindo, untuk meningkatkan produksi udang jenis Vaname yang dikembangkan para penambak.