GARUT|KABARNUSANTARA.IDSyits adalah seorang anak yang shaleh dari Nabi Adam A.S. Syits adalah hadiah dan bahkan syits berarti hadiah, yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada Nabi Adam A.S sebagai pengganti dari kematian putranya Habil.

Baca Juga: Sejarah Singkat Nabi Adam AS

Tidak hanya seorang yang shaleh tetapi juga seorang Nabi dan utusan Allah. Anak Adam ini sangat dekat denganya, dia mematuhi perintah-perintahnya, dia belajar dari ayahnya, dia biasa mengingatkan saudara-saudaranya, keponakan-keponakannya dan yang lainnya.

Setelah kematian ayahnya, dia memimpin anak-anak Nabi Adam dengan keadilan dan Hukum Allah. Dia membawa persatuan diantara orang-orang yang bersamanya. Tetapi Syaitan tidak begitu saja menghentikan rencananya untuk menjerumuskan anak cucu Nabi Adam ke neraka.

Qabil, memiliki keagresifan dalam perilakunya, serakah dan sombong. dia memiliki karakter yang keras sehingga sulit untuk bergaul dengannya, Lalu apa yang dilakukannya? Dia memutuskan untuk pergi sendiri ke suatu tempat yang sangat jauh.

Qabil memutuskan untuk pergi ke lembah dan dataran rendah di suatu tempat. Sementara Syits A.S telah menerima perintah dari Allah S.W.T di dalam syariatnya bahwa dilarang untuk bercampur (berbaur) bersama orang-orang yang telah pergi ke pihak lain tersebut (Golongan Qabil).

Lalu ada sebuah tanda perbedaan, para pria dari pihak qabil memiliki wajah yang jelek sementara para wanitanya memiliki wajah yang cantik. Ketika datang ke tempat Syits A.S dan yang tersisa dari mereka, para Pria disana memiliki wajah yang tampan sementara para wanitanya jelek.

Dikisahkan bahwa Iblis, dia merubah dirinya dalam bentuk seorang lelaki muda layaknya seorang pencari kerja dan dia pergi ke pandai besi untuk bekerja di pandai besi tersebut, lalu Iblis menciptakan sebuah seruling dan dengan seruling tersebut dia memperkenalkan seruling itu ke semua orang.

Perlahan dia membuat suara, yang belum pernah didengar sebelumnya, karena saat itu adalah permulaan Zaman kehidupan manusia, kemudian dia menciptakan sebuah drum kecil dan menabuhnya, semua orang menghampiri dan menyaksikan suara tersebut,

Dia menabuh sebuah loga lalu terbentuklah sebuah suara dan mereka tertarik untuk datang. “Wow orang-orang ini pintar mereka jauh lebih maju dari kita!” dan mereka pun begitu asyik menikmatinya dan mereka perlahan mulai melupakan perintah-perintah Allah S.W.T.

Syits A.S tetap Istiqomah dalam mengingatkan umatnya dan dia tetap memberitahukan umatnya mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, kita temukan bahwa syaitan sedang mengajarkan mereka cara melakukan kejahatan dan menciptakan kejahatan.

Dikisahkan bahwa ketika dia membawa seruling kepada mereka  dia mulai memindahkan tubuhnya kedalam seruling saat mereka mendengarkan alat musik, semakin mereka mendengar setiap bagian tubuh mereka bereaksi terhadapnya lalu mereka pun mulai menari.

Inilah cara mereka mengenalkan alat musik kepada dunia dan melalui alat musik dia menguasai mereka, mereka benar-benar menyisihkan di satu hari dan malam, malam minggu. Dan hebatnya lagi hingga hari ini pun cara Syaitan terus berlangsung.

Mereka mengatur di malam itu dimana mereka akan membuat suara-suara tersebut semua orang datang dan semua orang mendengarkannya akhirnya semua orang benar-benar berpesta, pesta dan mereka berpesta! hingga datang waktu dimana sebagian pemuda dari pihak Syits A.S dikunjungi syaitan dan apa yang dilakukannya terhadap mereka ? beberapa tertarik, dia mendatangi dan dia membuat keraguan di dalam hati mereka, dia membuat mereka bertanya-tanya, syaitan membuat mereka mempertanyakan HUKUM ALLAH S.W.T  mengapa? mengapa kita dilarang untuk berhubungan dengan sepupu kita ini?? dengan kerabat kita ini? apa maksud hukumnya? apa alasannya? sebegitu burukah mereka?
Dikisahkan orang-orang yang berada di pegunungan (Kaum Nabi Syits A.S) mulai mendengarkan seruling ini beberapa orang lewat mendekat dan mereka mendengarkan seruling. Mereka menyukai suaranya dan mereka mendatangi arah suara karena mereka tidak mengetahui dimana mereka berada mereka mendengar seruling tersebut satu hari dan itu pun memikat mereka dan mereka pun mendatangi arah tersebut.

Para pria ini, mereka melihat wanita-wanita yang ada dibawah gunung sebagian dari mereka memutuskan “mari kita lihat apa yang sedang terjadi ” lalu mereka turun dari gunung dan dari beberapa jarak mereka memperhatikan, mereka telah melihat dan itu menarik perhatian mereka. Bayangkan, merka tidak berniat untuk berbuat jahat, namun ketika mereka melihat semua orang sedang berpesta apa yang mereka lihat ?? mereka melihat wanita-wanita yang sangat cantik, lalu mereka pun datang mendekat dan ketika mereka semakin mendekat mereka terlihat . . . Subhanallah. Mereka adalah pria-pria yang tampan sehingga para wanita mulai menggunakan apa yang biasa disebut dengan TABARRUJ, Tabarruj yaitu mulai menampakan kecantikan mereka dan mulai berdandan untuk menarik perhatian.

Dan para pria dan wanita mulai bercampur (berbaur) dan melalui musik dan bersama-sama sedemikian rupa.. akibatnya interaksi alami dan biologis reaksi didalam pria dan wanita, dan syaitan memainkan perannya sehingga pergaulan bebas mulai terjadi tanpa batas. Para Ulama mengatakan bahwa inilah saat awal mulanya ZINA inilah saat perzinahan dan hubungan di luar nikah dimulai, perlahan tapi pasti dengan pengenalan dari awal seruling, dan musik yang mana disebut sebagai perayaan antara pertemuan pria dan wanita, dan menari. . Dan dari waktu ke waktu zina telah dilakukan.

Para pria muda ini mereka datang dan mereka menikmatinya karena mereka punya musik, mereka punya wanita, mereka punya segalanya, mereka berpesta, mereka menikmati, dan mereka pergi. Hingga para pria kembali, mereka mengabarkan kepada pemuda lainnya “kalian tidak tahu apa yang kalian lewatkan, kalian lihat… mereka punya suara-suara yang beda! dan suaranya sangat luar biasa.” Orang-orang ini pun kembali ke bawah dalam kelompok yang lebih besar, dan kelompok mereka berkembang dan setiap waktu pesta berlangsung ada orang-orang dari pihak yang satu (kaum Nabi Syits A.S) biasa pergi diam-diam ke pihak yang lainnya (Golongan Qabil) mereka biasa melakukan ini.

Inilah dosa pertama yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama) banyak orang menyukainya itulah ZINA, ya Zina .. perzinahan (persetubuhan di luar nikah) dosa-dosa lainnya telah dilakukan secara individu dan lihat apa yang terjadi? bayangkan,, saat sebuah dosa dilakukan secara kolektif. Ingatlah orang-oang tidak atau belum melakukan syirik, Syirik adalah ketika manusia melakukan ibadah tertentu  membuat sekutu untuk Allah S.W.T dengan cara yang berbeda tersebut tetapi sedikit demi sedikit Syaitan (Iblis) sedang menguasai manusia naik ke tingkat kedua, tingkat tiga, tingkat ke empat, perlahan-lahan. Dan maka dari itu Allah S.W.T berfirman didalam Al-Qur’an surat An-nuur ayat 21 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚوَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚوَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗوَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Syaitan sangatlah pintar dia mengerti hati manusia sehingga iblis berfikir “aku tidak bisa melakukan saat ini.. ini terlalu cepat, mereka masih terlalu dini, maka mereka akan tahu siasatku. Jadi aku akan membawakan kepada mereka segala sesuatu yang akan menggerakan mereka” jadi dia membawakan musik, Zina. Iblis menggiring mereka sampai  kesana dalam hal ini Nabi Syits A.S memerintahkan, menasihati, dan melarang. Nabi Syits hidup beberapa dekade lagi dan beberapa riwayat dan ulama menyepakatinya bahwa dari keturunannya datang sebagian besar para Nabi, sebagian besar Nabi menyambung kepadanya dan beberapa mengisahkan semua nabi bersambung kepada garis keturunannya, tidak ada yang turun dari Qabil, Tetapi dari Nabi Syits A.S anak Nabi Adam A.S dan Hawa.

Penulis: M Reza