GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Pemilu 2019 kembali merenggut nyawa petugas. Hilal Ramdani (28), petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 10, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, meninggal di RSU dr. Slamet Kamis (25/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB tadi malam.

Hilal dirawat sejak Jumat tanggal 19 April 2019 lalu setelah pingsan di TPS pada hari pemungutan suara Rabu (17/4/2019). Diduga hilal kelelahan sehingga penyakitnya kambuh dan akhirnya tak terselamatkan.

Baca juga:

Mobil SMK Maarif Pameungpeuk Masuk Jurang

Rencananya hilal akan dimakamkan di kampungnya di Kampung Pogor, Desa Cintarasa pada pagi ini, Jumat (26/4/2019).

Kapolsek Samarang, Kompol Supian BJ, mengatakan, saat pemungutan suara berlangsung pada Rabu lalu, Hilal yang menjadi petugas KPPS TPS 10 di desanya, sempat tak sadarkan diri di TPS sekitar pukul 09.00.

“Hilal langsung dibawa ke rumah dan mendapatkan perawatan seorang mantri. Karena sakit Hilal tak kunjung sembuh, maka setelah dirawat di rumah dua hari, Hilal pun dibawa ke RSU dr. Slamet,” kata Supian.

Menurut keluarganya, lanjut Kapolsek, pada hari Senin (22/4/2019) Hillal sempat dioperasi usus buntu.

Baca juga :

Menuju Darajat, Ini Keluhan Wisatawan

“Namun terjadi pendarahan cukup hebat sehingga kondisinya kritis dan mendapatkan transfusi darah sebanyak 5 labu. Dan Allah berkehendak lain, tadi malam Hilal menghadap Sang Khalik,” ujar Kapolsek lagi.

Dengan demikian, jumlah petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Garut yang meninggal hingga hari ini, Jumat (26/4/2019), sebanyak dua orang. Selain Hilal Ramdani, juga Asep Sumer, pengawas pemilu tingkat desa di Kecamatan Banjarwangi.

Reporter : MD
Editor : Mustika