JAKARTA, KABARNUSANTARA.ID – Seorang gadis 12 tahun di Probolinggo kembali hidup lagi saat jenazahnya hendak dimandikan. Gadis tersebut sempat mendapat perawatan selama 1 jam sebelum akhirnya meninggal lagi.

Dalam dunia medis, fenomena ‘bangkit’ dari kasus kematian ini sebenarnya bukan hal yang asing, meski kasusnya terbilang langka. Lantas kapan sih sebenarnya seseorang bisa dikatakan meninggal?

Menurut ahli bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, seseorang bisa dipastikan sudah meninggal jika tidak ada lagi aktivitas yang terekam dalam electroencephalography (EEG), suatu alat yang mempelajari gambar dari rekaman aktivitas listrik di otak.

“Oh kalau misalkan kalau direkam dengan EEG sudah tidak ada lagi aktivitas di otaknya. Jadi konfirmasinya itu dengan EEG, jadi sudah tidak ada lagi aktivitas di otak, baru itu disebut meninggal meskipun misalkan denyut jantungnya masih ada,” ujar dr Ryu sapaan akrabnya kepada detikcom Selasa (18/8/20).

Masyarakat pada umumnya seseorang lebih banyak menilai kematian dari mendengar detak jantung dan napas pada orang tersebut. Namun, dr Ryu memastikan hal tersebut keliru.

“Tapi pada umumnya kita sudah nggak mendengar detak jantung dan napasnya sudah nggak ada kan kita sebut mati,” ucap dr Ryu.

“Tapi kalau misalkan di ICU orang ini ada yang sudah mati tetapi detak jantungnya masih ada, napasnya kan pakai ventilator, tapi otaknya mati sebetulnya, meskipun jantungnya masih berdetak, itu dikatakan mati, brain death disebutnya,” pungkasnya.