KABAR NUSANTARA- Kabupaten Sukabumi – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi menjadwalkan untuk berkunjung ke rumah siswi SMA korban penculikan dan pemerkosaan tersangka inisial HE alias Adul (36). Informasi yang diperoleh P2TP2A dari polisi yang menyebutkan bahwa korban mengalami depresi berat pascaperistiwa tersebut.

“Kami mendapat informasi dari pihak kepolisian, bahwa korban mengalami stres dan depresi, ini tentunya jadi perhatian kami dari P2TP2A untuk melakukan pendampingan dan pemulihan terhadap korban, trauma pasca peristiwa yang dialaminya,” ujar Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti Kamis (01/02/18).

Menurut Elis, rencananya hari ini Ketua P2TP2A Sukabumi Yani Marwan Hamami berencana mendatangi rumah korban. P2TP2A akan membawa psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan korban.

“Yang kita khawatirkan, korban mengalami trauma berkelanjutan, kita akan bertemu langsung kemudian kita pelajari langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan. Bahkan jika korban merasa tidak aman dan nyaman di rumahnya kita akan siapkan save house dengan pendampingan medis,” tutur Elis.

Saat disinggung terkait kelangsungan pendidikannya, P2TP2A juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait apakah akan tetap berada di sekolah yang sama atau pindah sekolah.

“Biasanya korban akan merasa tidak nyaman ketika berada di sekolah yang sama, tapi kita akan lihat dulu situasinya, upayakan dengan dinas dan sekolah. Apa yang terbaik kita lakukan apakah dia akan pindah atau bagaimana gimana nyamannya dia,” ujar Elis.

Pria dengan inisial HE alias Adul (36) menculik dan memerkosa seorang siswi SMA yang masih berusia 16 tahun. Pelaku ditembak polisi pada bagian kakinya lantara berusaha kabur saat proses penyergapan, Senin (29/01/18).

Adul mengelabui korban dengan merancang drama seolah-olah putrinya menjadi korban penculikan. Lalu dia meminjam telepon genggam korban lalu meminta untuk ikut membonceng motor miliknya. Setiba di kawasan Puncak, Bogor, pelaku lalu menukar motornya dengan mobil dan kembali mengajak korban. (Irawan)