Petugas SOR Kerkhof Merdeka, tengah memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu gerbang masuk.

Pengelola Sarana Olah Raga  (SOR) Merdeka Kerkhof, Jalan Merdeka Garut, Jawa Barat terus perketat pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) baik kepada pegawainya, maupun pengunjung.

” Kami perketat Prokes di sini, mengingat angka kasus positif Covid 19 terus bertambah di Garut ini, bahkan kemarin terjadi out break sampai 98 kasus,” Kata Kepala UPT SOR Merdeka Kerkhof, Endang Rustandi, ST, ditemui di tempat kerjanya, Ahad (08/11/2020).

Karenanya, ia dengan tegas kepada pegawainya untuk tidak mengijinkan pengunjung yang tidak bermasker memasuki area SOR.

” Untuk kenyamanan dan pencegahan penyebaran Covid 19, kita perketat protokol kesehatan. Kemarin ada pengunjung yang tidak pake masker, kita larang masuk, meskipun dia ngotot ingin masuk. Di pintu masuk juga kita sediakan alat cuci tangan lengkap, suhu tubuh pengunjung kita cek juga. Pokoknya kita buat Kerkhof ini aman dari penyebaran Corona, dan nyaman bagi pengunjung, apapun caranya,” ujar pria yang akrab dipanggil Endang Ilen itu.

Endang Ilen juga berupaya menata dan mempercantik SOR untuk masyarakat umum itu, menyerupai tempat rekreasi, agar bisa menarik pengunjung untuk datang. Baik bagi pengunjung yang berolahraga, atau sekedar selfi dan rekreasi menikmati suasana Kerkhof  yang semakin indah, bersih dan nyaman.

” Untuk wahana selfi, seperti Jembatan Jodoh tuh yang baru, dan  sarana fitness yang ada di tribun, itu anggarannya dari pribadi saya. Yang penting Kerkhof ini semakin diminati masyarakat gitu lah, saya berkorban dulu,” Ungkapnya.

Selain terus mempercantik areal Kerkhof dengan spot-spot selfi, pelukisan tembok dengan gambar-gambar menarik, pengecetan dinding dan pagar, tempat duduk yang artistik, juga penekanan kebersihan.

Lanjutnya, agar wajah Kerkhof lebih cantik dan menarik, pihaknya sudah mengajukan tambahan fasilitas penerangan di 9 titik, dan gravel lintasan lari, yang akan realisasi di anggaran perubahan tahun ini

” Kami juga mengusulkan perbaikan WC dan Mushola yang sudah tidak layak, serta pagar depan. Karena sudah lama sekali dan sudah banyak yang rusak. Mudah-mudahan bisa realisasi tahun depan,” harapnya.

Adapun target PAD tahun ini dipatok Rp.385 juta, karena tingkat kunjugan yang menurun, dampak dari Pandemi Covid 19.

” Sekarang kan tidak ada event, jelas pengunjung mengalami penurunan, beda dengan tahun lalu yang banyak event. Tapi ya disyukuri saja, ambil himahnya,” Punkasnya. (Asep Sudrajat).