KUWAIT|KABARNUSANTARA.ID – Belakangan ini suhu di Kuwait sedang jadi pembicaraan. Sejumlah media menurunkan berita bahwa suhu di negeri nan kaya raya tersebut sekarang ini merupakan yang terpanas di bumi, mencapai 52,2 derajat Celcius. Bahkan ada juga yang menurunkan berita sampai 70 derajat Celcius.

Saking panasnya, lampu lalu lintas di jalanan dan sejumlah mobil pun meleleh. Berita itu pun dilengkapi dengan foto mobil dan lampu lalulintas yang meleleh.

Baca juga:

Innalillahi, Masjid Al Aqsha Terbakar Tadi Malam

Namun ternyata berita itu hoaks. Foto mobil dan lampu meleleh pun tak ada kaitannya dengan cuaca di Kuwait.

Badan Meteorologi Kuwait menjelaskan, suhu di negaranya saat ini 49 derajat celcius, bukan 52,2 derajat Celcius seperti ramai diberitakan, apalagi 70 derajat Celcius.

Badan itu pun menyatakan, selama bertahun-tahun, iklim Kuwait memang terus memanas. Pada musim panas, suhu bisa menyentuh 50 derajat Celcius, namun tak sampai 52,2 derajat Celcius.

Tapi adakah bagian bumi yang suhunya menyentuh 70 derajat?

Sejumlah sumber, dengan mengutip pernyataan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), suhu udara tertinggi yang tercatat di bumi yaitu 56,7 derajat Celcius. Suhu tersebut terjadi pada 10 Juli 1913 di Death Valley, California, Amerika Serikat.

Baca juga:

Empat BUMN Masuk Perusahaan Publik Global Terbesar di Dunia

Kemudian, masih suhu di Death Valley, beberapa tahun ke belakang sempat pula menyentuh 54 derajat Celcius Itu terjadi pada 10 Juli 2013. Di tempat lainnya, suhu yang menyentuh 54 derajat Celcius yakni di stasiun cuaca di Mitribah, Barat Laut Kuwait pada 21 Juli 2016.

Jadi, hingga hari ini, belum ada laporan yang menyatakan bahwa suhu di suatu tempat di bumi mencapai 70 derajat Celcius. Kecuali di pinggir kawah gunung berapi aktif. Mungkin.

Reporter : RM
Editor : Mustika