GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Tinggalkan sejenak pembicaraan soal Pemilu 2019 yang kian hari kian ramai. Sekarang tengok sebentar sosok Ir. Sukarno, founding father dan presiden pertama di republik ini. Berkat perjuangan Sukarno-lah, kita bisa menyelenggarakan Pemilu sekarang.

Percaya boleh, tidak juga tentu boleh. Konon, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pernah menjadi tempat bertapa Ir. Soekarno. Tempat bertapa Putra Sang Fajar itu adalah sebuah bukit kecil di Blok Cihaliwung, Desa Sukawangi, sekitar 5 km dari Alun-alun Tarogong ke arah Barat Laut.

Di puncak bukit tersebut ada makam yang dikeramatkan warga, yakni makam Eyang Ligurjaya Karantenan. Di pinggir makam inilah konon Sukarno bertapa. Dulu di bukit ini terpampang tulisan berbunyi : Tempat Bertapa Ir. Sukarno.

Kini papan itu telah hilang.

Bukit Cihaliwung sendiri kondisinya sangat hijau, dipenuhi dengan pohon-pohon loa besar. Sementara lokasi makam tampak terpelihara dengan baik. Rumput di sekitar makam dipotong pendek sehingga suasananya sangat nyaman.

Di bawah sebuah pohon Loa, di pinggir makam Eyang Ligurjaya, tertancap prasasti yang terbuat dari bahan marmer. Prasasti itu bertuliskan “KERAMAT BERSEJARAH”. Di samping kiri prasasti ada bendera merah putih terbuat dari bahan seng, sementara di atas kanan prasasti ada tulisan “Allah” yang juga terbuat dari seng. Areal makam dikelilingi pagar setinggi dada orang dewasa.

Baca juga:

Dari 950 Ribu Petugas KPPS di Jabar, 30 Orang Meninggal Dunia

Di pinggir makam Eyang Ligurjaya pun dibangun pondok sederhana. Menurut juru rawat makam, Uro (37), pondok itu diperuntukan bagi peziarah. Jika kepanasan atau kehujanan, bisa berteduh di pondok tersebut.

“Ke makam ini banyak orang berziarah, terutama malam Jumat atau pada bulan Maulud,” kata Uro ditemui di rumahnya, sekitar 200 meter dari Bukit Cihaliwung, beberapa waktu lalu.

Sementara di bawah bukit, sekitar 10 meter dari makam, ada langgar untuk menunaikan shalat, sekaligus dengan jamban untuk wudlu atau mandi.

Uro menceritakan, beberapa saat setelah era Reformasi, para pembesar PDI-P pernah berkumpul di makam itu untuk berdoa.

Bendera merah putih, prasasti dari marmer berikut tulisan Allah di tempat yang dipercaya bekas pertapaan Sukarno di Bukit Cihaliwung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. (Foto: Mustika)

“Ada yang mengatakan kepada saya, mereka berkumpul untuk memanjatkan rasa syukur karena dengan karomah tempat itu, Sukarno diberi kekuatan memerdekakan Indonesia,” katanya, Minggu (23/4/2019).

Benarkah Sukarno pernah bertapa di tempat itu? Wallahu alam. Tapi Uro sangat yakin bahwa bukit Cihaliwung pernah dijadikan tempat bertapa oleh Sukarno.

Baca juga :

Pendaki Gunung Guntur Diresahkan Aksi Pemalakan Orang Mabuk

“Sebab dulu di bukit itu ada tulisan berbunyi Tempat Bertapa Sukarno. Begitu juga kata orang tua saya bahwa Sukano memang pernah bertapa di tempat itu,” kata Uro.

Namun saat ditanya kapan waktunya, Uro tak bisa menjelaskan.

“Orang tua saya tak menceritakan,” jelasnya.

Menurut Uro, prasasti dan bendera merah putih ada di tempat itu berkat jasa seorang tokoh Tarogong Kaler. Uro menyebut nama Ibu Nengsih. Wanita itulah yang menancapkan bendera dan membangun prasasti di Bukit Cihaliwung.

“Beliau pengagum Sukarno,” ungkapnya.

Sekali lagi, benarkah Sukarno pernah bertapa di Tarogong Kaler? Wallahu alam.

Reporter : Mustika
Editor: Mustika